Puskesmas Gucialit Gunakan Paper Less Lewat Link

BERSUMPAH: Sejumlah perwakilan puskesmas se-Lumajang mengucapkan janji untuk memperbaiki kualitas pelayanan kesehatan masyarakat yang dipimpin dr Imannurdin Abdillah MKes, Kepala UPT Puskesmas Gucialit, kemarin.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Pelayanan kesehatan pada masyarakat terus dilakukan inovasi supaya lebih responsif menanggapi masukan dan kritikan. Melalui Komunitas Masyarakat Peduli Kesehatan (KMPK), kinerja puskesmas lebih terawasi supaya dekat dengan masyarakat. Bahkan, Puskesmas Gucialit sudah meluncurkan format pengaduan yang efektif.

Hal itu terungkap dalam sarasehan kesehatan peningkatan pelayanan publik kesehatan dan deklarasi penandatanganan janji pelayanan publik di gedung Narawita Agung, siang kemarin. Hadir dalam kesempatan itu Wabup Lumajang Ir Hj Indah Amperawati dan Kepala Dinas Kesehatan dr Bayu Wibowo.

Memang, untuk perbaikan layanan kesehatan perlu dilakukan evaluasi terus-menerus. Itu agar masyarakat mendapatkan penanganan yang lebih layak. Untuk itu, pengawasan tokoh masyarakat serta kecamatan terhadap puskesmas merupakan langkah yang solutif. “KMPK adalah mitra strategis puskesmas untuk pengaduan di masyarakat. Kalau ada komplain dari masyarakat lewat situ,” ujar dr Imannurdin Abdillah MKes, Kepala UPT Puskesmas Gucialit.

Masing-masing puskesmas, kata dia, melakukan inovasi-inovasi yang sama dalam menyerap keluhan masyarakat. Namun, sejauh ini format yang efektif memang digarap Puskesmas Gucialit.

“Puskesmas Gucialit bersama tim KMPK, selain lewat paper, kami juga menggunakan aplikasi paper less yaitu lewat link dan aplikasi QR code,” tambahnya. Puskesmas Gucialit berusaha melakukan terobosan dalam mewadahi pengaduan yang ada di masyarakat. Dalam mewadahi itu, tidak lagi menggunakan kotak saran. Sebab, model-model seperti itu kurang efisien secara keseluruhan.

Penggunaan paper less lewat link dan QR code tersebut diharapkan mampu menjangkau keseluruhan masyarakat. Baik yang sudah pernah melakukan pengobatan di sana maupun masyarakat yang belum ke sana. “Kita tahu hasilnya yang lebih efektif dengan penggunaan aplikasi,” tambahnya.

Dengan inovasi tersebut, tak salah dalam pengucapan janji perbaikan layanan, dr Iman, sapaannya, memimpin pembacaan sumpah tersebut. Ikrar dan sumpah itu dibacakan tepat di hadapan wabup.

Saat ini penggunaan tersebut mendapat dukungan dari KMPK serta kecamatan. Termasuk Wakil Bupati Ir Hj Indah Amperawati. Wabup mengapresiasi inovasi tersebut. Tinggal penguatan secara utuh setelah itu dilaporkan pada Dinas Kesehatan (Dinkes). “Kalau sudah sempurna, kan bisa direplikasi oleh puskesmas lain,” pungkasnya.

IKLAN

Reporter : Atieqson Mar Iqbal

Fotografer : Atieqson Mar Iqbal

Editor : Hafid Asnan