DAHSYAT: Kobaran api kebakaran hutan Gunung Ranti, Banyuwangi, terparah sepanjang sejarah. (JAWA POS RADAR BANYUWANGI)

JawaPos.com – Kebakaran hutan yang melanda Gunung Ranti terus meluas. Hampir separo lahan gunung yang memiliki ketinggian 2.601 mdpl itu ludes terbakar. Api juga merambat ke kawasan Ijen. Asap tebal disertai jilatan api berdampak pada wisata Ijen. Pendakian pun ditutup sampai kondisi kembali normal.

Kebakaran kali ini cukup dahsyat. Api terus membesar karena angin yang bertiup di kawasan Ranti maupun Ijen cukup kencang. Akibatnya, puluhan pohon besar tercabut dari akarnya. Sampai tadi malam, api terus merembet sampai jalur pendakian menuju puncak Ijen.

Asap dengan pantulan warna jingga mengepung kawasan Kawah Ijen. Dampak kebakaran hebat yang melanda kawasan hutan di sekitar Gunung Ranti dan Gunung Ijen membuat hampir semua sudut di objek wisata alam itu dipenuhi asap.

Kondisi tersebut diperparah angin kencang yang terus-menerus berembus. Karena itu, titik api bermunculan di beberapa lokasi. Dari pantauan Jawa Pos Radar Banyuwangi, warung-warung di Paltuding dan Gunung Ranti yang biasanya ramai wisatawan seharian kemarin tampak lengang.

Hanya ada dua warung yang masih beroperasi. Itu pun hanya diisi para relawan dan anggota TNI yang melakukan evakuasi. Kebakaran terus terjadi hingga sore. Bahkan, jalur pendakian yang biasanya aman ikut dilalap api. Sekitar 300 meter dari pintu masuk, api sudah merembet ke sisi barat jalur pendakian dan merambah ke timur. Rumah yang menjadi tempat penyimpanan troli wisata dan tempat penimbangan belerang ikut dilalap si jago merah.

”Ini kebakaran terbesar yang terjadi di Ijen. Biasanya memang ada kebakaran dan angin kencang waktu pergantian musim, tapi tidak seperti sekarang ini,” ujar Nanang, salah seorang pemilik warung di Paltuding. Karena angin kencang tersebut, warung kopi milik Nanang tertimpa pohon. Pohon besar itu tercabut dari akarnya hingga menimpa warung.

Misyono relawan yang kerap kali turun untuk membantu pengelola Tempat Wisata Ijen (TWA) mengatakan, insiden kebakaran hutan itu secara otomatis mengakibatkan pendakian ditutup. Sebab, api sudah melahap hampir sepanjang jalur pendakian. Ditambah, kondisi wilayah yang tidak kondusif.

Dandim 0825 Letkol (Inf) Yuli Eko Purwanto mengatakan, ada sekitar 10 hektare lahan yang terbakar. Jumlah tersebut masih meluas karena kebakaran terus merambat. ”Ada dua titik besar di Gunung Ranti dan Gunung Ijen. Ada yang disebabkan gesekan ranting. Tapi, kalau yang di arah barat, kami belum pastikan,” kata Yuli Eko.

Kabid Kedaruratan dan Bencana Alam BPBD Banyuwangi Eka Muharam menambahkan, pihaknya hanya bisa melokalisasi api agar tidak meluas ke lahan yang lain. Menurut Eka, kondisi api terus membesar. ”Kami menduga sumber api berasal dari wilayah administrasi Bondowoso. Biasanya ada pembukaan lahan dengan cara dibakar,’’ kata Eka.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : fre/aif/c12/end

IKLAN