Siapkan Teaching Factory, Cara Polije Tingkatkan Kualitas Kelembagaan

Direktur jendral kelembagaan Iptek dan Dikti Patdoni Suwignjo (baju merah) saat mengunjungi Teaching Factory Bakery and Coffee ditemani Direktur Polije Saiful Anwar.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Ditetapkannya program peningkatan kualitas lembaga, Direktur Jenderal Kelembagaan Iptek dan Dikti Patdono Suwignjo, menjelaskan bahwa Kemenristekdikti mulai periode 2019 hingga 2024 lebih berkonsentrasi pada revitalisasi pendidikan vokasi.  “Mulai tahun 2017 saya tidak mengeluarkan ijin baru terkait pendirian universitas, Sebaliknya ijin hanya diberikan untuk pendirian politeknik atau minimal institut teknologi,” ujar Direktur Jenderal Kelembagaan Iptek dan Dikti di gedung Teaching Factory Bakery and Coffee Polije (18/10).

Dalam proses revitalisasi pendidikan vokasi ada beberapa hal yang harus dipenuhi mulai dari kulikulum, sarana dan prasarana hingga penguatan kapasitas dan kapabilitas pengajar. Dalam hal ini, pusat unggulan teknologin (PUT) Polije mencangkup PUT pengolahan dan pengemasan pangan, PUT produksi pertanian, PUT peternakan, dan PUT informatika. Salah satu contoh pada PUT pengolahan dan pengemasan pangan dengan teaching factory bakery and coffee dan PUT produksi pertanian pada teaching factory smart green house.

Pada kesempatan yang sama, dia juga mendorong agar Polije mengembangkan dan melakukan tugas-tugas secara tepat agar beberapa tahun mendatang Polije lebih unggul dan menjadi rujukan bagi politeknik yang lain. “ Polije bisa menjadi sentral dari food prossesing. Contohnya food prossesing pengolahan kopi dan kakao,” jelasnya.

Diketahui peta geografi jember yang berpotensi terkait komoditas kopi dan kakao dan adanya pusat penelitian (Puslit) Kopi dan Kakao menjadi nilai tambah jika Polije ditetapkan sebagai pusat food prossesing kopi dan kakao. Dalam pencapaian kesuksesan dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM) Pemerintah Indonesia dan Swiss sepakat melakukan kerja sama di bidang pendidikan dan pelatihan vokasi.

Menanggapi arahan tersebut, Saiful Anwar MP, Direktur Polije mengungkapkan kesepakatannya terkait rencana bahwa Polije menjadi food prossesing pengolahan kopi dan kakao. “Untuk menyiapkan food prosesing kopi dan kakao kita sudah menjalin kerjasama 3 lembaga yaitu dari pihak Kemristekdikti, Polije, dan Puslit Kopi dan Kakao,” paparnya.

IKLAN

Reporter : Nurul Azizah

Fotografer : Nurul Azizah

Editor :