Bangun Kepedulian Sosial Mahasiswa

Pemkab Jember Realisasikan 3.147 Beasiswa

TANAMKAN KEPEDULIAN: Bupati Jember dr Hj Faida MMR, memaparkan program beasiswa kepada para mahasiswa penerima program bantuan pendidikan tersebut di Aula PB Suedirman. Bupati berpesan, mahasiswa tak hanya fokus akademik, tetapi juga peduli problem lingkungan sosial.

JEMBER, RADARJEMBER. ID – Ribuan mahasiswa Jember bisa lebih tenang dalam menempuh pendidikan di perguruan tinggi. Mereka tak perlu lagi memusingkan faktor biaya. Karena Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember kembali mengucurkan program beasiswa. Total penerima program beasiswa tahap ke-5 tersebut sebanyak 3.147 mahasiswa. Sebanyak 2.906 adalah jenjang D3, D4/S1, sisanya sejumlah 241 mahasiwa S2 dan S3.

Program yang mendapat respons positif masyarakat ini dinilai bukan hanya untuk merealisasikan 22 Janji Kerja kepemimpinan Bupati Jember dr Hj Faida, MMR, dan Wakil Bupati Jember Drs KH Abdul Muqit Arief. Tapi lebih besar dari itu. Yakni program tersebut merupakan komitmen pemerintah dalam mengembangkan sumberdaya manusia di kabupaten setempat.

“Karena sejatinya membangun bangsa adalah membangun sumberdaya manusia,” tegas Faida.

Seusai menyerahkan beasiswa secara simbolis di Aula PB Soedirman Pemkab Jember kemarin (15/10), Bupati Faida menjelaskan, pemberian beasiswa tahap ke-5 ini merupakan tindaklanjut dari program sebelumnya yang telah digulirkan sejak 2017 lalu. Hingga kini, program yang dinilai sangat bermanfaat bagi peningkatan SDM itu telah membantu biaya pendidikan 10.119 mahasiswa beridentitias Jember, baik yang kuliah di kabupaten setempat maupun luar daerah.

“Total anggaran yang dikucurkan mencapai Rp 114 miliar lebih,” terangnya.

Menurut bupati, pada tahap ke-5 ini, sedikitnya ada 4.221 mahasiwa yang mengakses program tersebut. Dari jumlah itu, sebanyak 3.284 di antaranya hadir memenuhi undangan wawancara yang dilakukan oleh tim yang dibentuk khusus untuk menyeleksi calon penerima beasiswa. Selanjutnya jumlah itu mengerucut sesuai jumlah penerima karena ada beberapa pendaftar yang dinyatakan tidak layak. Salah satunya karena dianggap mampu dan penghasilan orang tua di atas Rp 3 juta per bulan, serta bukan penduduk Jember.

Bupati Faida menegaskan, beasiswa ini tidak memandang status perguruan tinggi, apakah swasta atau negeri. Karena, kata dia, tujuan utamanya adalah untuk membantu kelancaran proses belajar di kampus agar kualitas SDM masyarakat Jember meningkat dan mampu berdaya saing. Selain itu, juga meningkatkan akses serta kesempatan belajar masyarakat di perguruan tinggi.

“Kali ini, penerima paling banyak adalah guru PAUD yang masih menempuh pendidikan S1,” ujarnya.

Lebih lanjut bupati meminta, para penerima beasiswa ini benar-benar memanfaatkan fasilitas pembiayaan untuk kepentingan pendidikan, bukan yang lain. Dia juga berpesan, agar mereka lebih tekun belajar, serta tak ikut arus pergaulan bebas. Terlebih, bupati mewanti-wanti, mahasiswa penerima beasiswa tersebut tak sampai terpapar paham radikal yang dapat mengancam keutuhan NKRI.

“Kalau sampai ditemukan ada yang terpapar paham radikal, nanti akan dievaluasi agar beasiswanya dicabut,” tegasnya.

Tak hanya itu, bupati juga berharap, mahasiswa juga lebih peduli terhadap keadaan sosial dan lingkungan sekitar. Untuk itu, para penerima akan diminta mendata jumlah fakir miskin, maupun anak yatim piatu yang tinggal di lingkungan mereka, bisa lingkungan rumah atau tempat kos. Karena bagi bupati, mahasiswa yang pintar secara akademik itu tak ada artinya jika tak disertai dengan kepedulian terhadap sosial dan lingkungan sekitar.

“Kami ingin mengasah kepedulian mereka. Buat apa nilai tinggi kalau tidak bermanfaat,” tuturnya.

Kendati antusiasme masyarakat sangat tinggi dan bermanfaat, namun bukan berarti program ini terlepas dari evaluasi. Bupati mengatakan, ke depan pihaknya akan melakukan evaluasi kembali, salah satunya memilah sasaran penerima. Jadi nantinya tak hanya warga yang tidak mampu saja yang bisa menerima, juga yang secara ekonomi mapan namun layak mendapat apresiasi karena jasa maupun prestasi mereka.

“Jika secara ekonomi butuh ditunjang, diberi hibah bansos beasiswa. Tapi ada juga yang tidak melalui hibah bansos, tapi karena prestasi. Contoh bagi penerima yang hafal Alquran,” tandasnya.

IKLAN

Reporter : Dwi Siswanto

Fotografer : Dwi Siswanto

Editor : Mahrus Sholih