Mengalami Kecelakaan Kerja, Bidan Ditangani Sampai Sembuh oleh BPJS-TK

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Bidan Polindes Desa Gubrih Puskesmas Wringin, Aprilia Puspa Dewi, tanggal 21 September 2019, mengalami kecelakaan kerja sehendak pulang dari Polindes Gubrih ke Kota Bondowoso. Akibatnya dia mengalami patah tulang di kedua kaki. Penanganan lab dan rontgen segera dilakukan di RS Koesnadi Bondowoso.

Selanjutnya dirujuk ke RSD Soebandi Jember dengan rawat inap di kelas 1. Menurut Aprilia, proses pengurusan klaim JKK tersebut sangatlah mudah mulai dari awal sampai saat ini. Meskipun masih dalam proses penyembuhan, Aprilia tidak mengeluarkan biaya apapun dan segala pembiayaan medis ditanggung oleh BPJS Ketenagakerjaan sampai dengan sembuh. “Resiko Kecelakaan Kerja dan Kematian bisa dialami oleh siapapun. Jika terjadi Kecelakaan Kerja, berapa pun biayanya akan kami tanggung sampai sembuh. Bahkan saat tidak bekerja ada Santunan Tidak Mampu Bekerja (STMB) yang diberikan,” kata R. Edy Suryono, Kepala cabang BPJS Ketenagkerjaan Jember, yang membawahi Kabupaten Jember, Bondowoso dan Lumajang.

Berdasarkan laporan, biaya yang dikeluarkan sudah mencapai kurang lebih Rp 30 juta. Sedangkan korban belum sembuh, masih dalam masa perawatan. “Kami akan tanggung semua biaya sampai sembuh,” ucap Edy, Jumat kemarin, dalam acara Coffee Morning dan Diskusi bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Bondowoso yang juga dihadiri oleh 25 Kepala Puskesmas Bondowoso di Warung Ayam Goreng Bu Kadir.

Karenanya pihaknya mengingatkan seluruh pekerja di Bondowoso, agar segera menjadi peserta jaminan sosial BPJS Ketenagakerjaan. Karena manfaatnya bisa lihat dari kejadian yang menimpa Bidan di Polindes Gubrih Kecamatan Wringin.

Pada kesempatan yang sama Kepala Dinas Kesehatan Bondowoso, dr. Mohammad Imron M.Mkes mengatakan, saat ini tenaga kerja Non ASN di Lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten bondowoso yang sudah menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan ada sebanyak 203 peserta. Selanjutnya akan terus diupayakan agar Non ASN di Lingkungan Dinas Kesehatan semuanya menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan karena tugas mereka di Puskesmas tidak mengenal jam kerja terutama untuk keperluan pelayanan kesehatan. “Iuran murah dan manfaatnya sangat luarbiasa”, ucap dr. Imron.

Sebagai informasi, selain kepala dinkes, dalam acara tersebut didampingi pula kepala KCP BPJS Ketenagakerjaan bondowoso, sasongko adji dan sekretaris dinas Ghazali.

IKLAN

Reporter : Solikhul Huda

Fotografer : Istimewa

Editor :