Prosesi pemberian bonus kepada para peraih medali di GOR Djarum, Magelang, Jawa Tengah. (Istimewa)

JawaPos.com – Kekuatan pebulu tangkis Indonesia di level junior sama menjanjikannya dengan level senior. Dalam BWF World Junior Championships (WJC) 2019 di Kazan Gymnastics Center 30 September-13 Oktober, Merah Putih meraih dua emas, dua perak, dan satu perunggu.

Emas lahir di kategori beregu dan ganda putra. Perak tercipta di ganda putri dan ganda campuran. Lalu perunggu dari tunggal putra.

Atas capaian itu maka para peraih medali di ajang WJC 2019 ini dikucuri bonus. Seremoni penghargaan digelar di GOR Djarum Magelang, Jawa Tengah Jumat (18/10). Lokasi ini dipilih karena setelah berjuang membawa nama bangsa di level dunia, para pahlawan muda bulutangkis ini kembali bertanding di turnamen CAFFINO Superliga Junior 2019, yang digelar di tempat tersebut pada 15-20 Oktober.

Bonus yang diberikan kepada tim beregu berasal dari Djarum Foundation dengan total Rp 300 juta. Jumlah itu lalu ditambah Rp 200 juta dari sponsor utama Indonesia Li-Ning. Tak hanya prestasi di WJC 2019 yang jadi atensi Li-Ning. Sebagai runner-up kategori Beregu Asia Junior Championships pada Juli 2019, tim dihadiahi Rp 75 juta.

Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation yang juga Ketua PB Djarum, Yoppy Rosimin mengatakan bahwa apresiasi yang diberikan merupakan ucapan terima kasih atas dedikasi para pebulu tangkis muda setelah berhasil mengharumkan nama bangsa di kancah dunia.

“Kemenangan ini merupakan bukti, untuk kesekian kalinya bulu tangkis berhasil mempersatukan Indonesia. Di masa lalu kita juga ingat bahwa saat Indonesia sedang diguncang krisis pada 1998, atlet-atlet bulu tangkis kita mempersembahkan Piala Thomas. Semoga kemenangan demi kemenangan di panggung bulu tangkis ini dapat merawat persatuan Indonesia,” tutur Yoppy Rosimin di sela penghargaan.

Selain memberikan penghargaan kepada Tim Beregu Indonesia, PB Djarum turut mengucurkan bonus kepada para atlet muda yang juga mencatatkan prestasi di kategori individu pada ajang WJC 2019. Pasangan ganda putra Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin sukses meraih medali emas setelah mengalahkan pasangan Tiongkok Di Zi Jiang/Wang Chang. Kemenangan Leo/Daniel menghapuskan puasa gelar di sektor ganda putra selama 27 tahun. Terakhir, ganda putra Indonesia meraih titel juara, yakni pada 1992 yang merupakan gelaran perdana WJC.

“Selama di Kazan, saya justru lebih percaya diri saat bermain di kategori beregu. Karena kekompakan teman-teman yang berasal dari berbagai wilayah di Indonesia ini bisa menjadi motivasi lebih saat bertanding di lapangan. Bisa all-out, sehingga akhirnya kami bisa jadi juara,” pemain ganda putra Daniel.

Sementara pasangan Daniel, Leo berhasil melengkapi koleksi gelar juara level junior. Pasca sukses di AJC 2019 Juli lalu dan bulan ini pun dapat podium BWF WJC 2019.

Pebulu tangkis kelahiran Klaten, Jawa Tengah, pada 29 Juli 2001 ini merasa mantap untuk naik kelas ke jenjang senior. “Bagi saya gelar di tingkat junior boleh dibilang belum apa-apa. Yang penting target saya selanjutnya adalah di (level) senior nanti. Jelas harus bisa lebih baik lagi,” kata Leo.

Atas prestasi Leo/Daniel, PB Djarum memberikan bonus senilai total Rp 100 juta. PB Djarum juga memberikan bonus kepada pasangan ganda campuran Leo/Indah Cahya Sari Jamil, yang berhasil meraih medali perak di ajang yang sama. Keduanya menerima bonus senilai total Rp 50 juta. Bonus juga diterima atlet muda PB Djarum lainnya yakni, Febriana Dwipuji Kusuma yang berhasil meraih medali perak di sektor ganda putri dengan total hadiah Rp 25 juta.

Selain PB Djarum, PB Mutiara Cardinal dan PB Exist juga memberikan apresiasi kepada para atlet mudanya yang menorehkan prestasi di ajang WJC 2019. Atlet putri PB Mutiara Cardinal, Amallia Cahaya Pratiwi yang menjadi rekan duet Febriana, diganjar bonus Rp 25 juta. Sementara atlet muda PB Exist, Yonathan Ramlie yang meraih medali perunggu di WJC 2019 menerima bonus senilai Rp 7,5 juta.

“Tak hanya mengharumkan nama bangsa, kemenangan para atlet muda ini juga merupaka bukti bahwa penjaringan dan pembibitan generasi muda harus terus dilakukan. Karena Jadi juara itu tidak mudah, kemampuannya perlu diasah, mentalnya perlu dibentuk sedini mungkin,” ujar Yoppy.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : Diar Candra

IKLAN