Ganda nomor satu dunia Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo lolos ke final Denmark Open 2019. (PP PBSI)

JawaPos.com-Penampilan ganda putra nomor satu dunia Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo sangat luar biasa di Denmark Open 2019. Sejak ronde pertama hingga semifinal, Minions tidak pernah sekalipun kehilangan game.

Mereka selalu menang dalam straight game langsung. Termasuk mengalahkan ganda Taiwan Lu Ching-yao/Yang Po-han pada semifinal di Odense Sports Park.

Marcus/Kevin menang mudah 21-16, 21-11 hanya dalam tempo 29 menit.
Denmark Open 2019 adalah final ketujuh Marcus/Kevin sepanjang tahun 2019. Sebelumnya, mereka sukses menjadi juara pada lima ajang yakni di China Open, Japan Open, Indonesia Open, Indonesia Masters, dan Malaysia Masters. Marcus/Kevin hanya kalah pada final Kejuaraan Asia.

Uniknya, Marcus/Kevin akan kembali menghadapi seniornya Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan pada final hari ini. Sebelumnya, Marcus/Kevin mengalahkan The Daddies dalam empat final.

Dalam laga tadi malam, Marcus/Kevin benar-benar mengontrol total pertandingan. Game pertema mereka sempat memimpin jauh, 12-14. Namun, Lu/Yang mampu menipiskan kedudukan, hanya tertinggal satu angka pada kondisi 16-17. Tetapi hanya sampai di sana perlawanan Lu/Yang. Setelah itu, Marcus/Kevin melesat, mencetak empat angka beruntun mengambil game pertama.

Pada game kedua, Marcus/Kevin sempat tertinggal tipis 6-8. Namun pasangan Indonesia membalikkan kedudukan dan unggul 12-8, 16-9, dan akhirnya menang 21-11.

Marcus/Kevin benar-benar melaksanakan instruksi pelatih kepala ganda putra Herry Iman Pierngadi dengan sangat baik. Yakni konsisten smes ke tengah, bidik backhand pemain kidal Taiwan Yang Po-han. Atau jika mengincar Lu, maka bola wajib diarahkan ke badan.

“Kami puas dengan penampilan kami hari ini, tapi lawan bermain sangat cepat, tenaganya juga kuat, mereka terus menekan kami. Tapi pada akhirnya kami berhasil mengontrol hal tersebut,” kata Marcus dalam siaran pers PP PBSI yang diterima Jawa Pos.

“Shuttlecock di sini sangat cepat, jadi kami harus bisa menjaga ritme permainan kami untuk memenangkan pertandingan,” imbuhnya.

Memang, permainan Marcus/Kevin pada turnamen ini lebih matang. Tidak melulu mengandalkan kecepatan serta power, dua senjata yang notabene adalah andalan utama mereka selama ini.

Namun, Marcus/Kevin lebih berani mengontrol pertandingan, tenang, dan sabar dalam melakukan pembukaan sampai mengeksekusi peluang.

Kemenangan ini jadi yang kedua bagi Marcus/Kevin atas Lu/Yang. Sebelumnya Marcus/Kevin pernah berhadapan di Malaysia Open 2018 dan menang 21-16, 21-17.

Di partai final Marcus/Kevin akan kembali menghadapi Hendra/Ahsan. Pada semifinal setelah pertandingan Marcus/Kevin, ganda nomor dua dunia itu mengalahkan pasangan Jepang Takeshi Kamura/Keigo Sonoda dalam tiga game21-19, 19-21, 21-15.

“Hendra/Ahsan tahun ini bermain dengan sangat bagus. Kami akan berusaha main yang terbaik dan mengontrol permainan,” kata Kevin.

Marcus/Kevin sukses tiga kali menembus final Denmark Open. Pada edisi 2017, mereka kalah dari Zhang Nan/Liu Cheng di final. Sedangkan tahun lalu, Marcus/Kevin menjadi kampiun dengan mengandaskan Kamura/Sonoda dalam dua game langsung yang berakhir dengan skor 21-15, 21-16.

Editor : Ainur Rohman

IKLAN