Bom Air atau Hujan, Cara Padamkan Kebakaran Hutan di Argopuro

Sulitnya medan dan tidak bisa dilalui oleh kendaraan roda 4 membuat petugas tim gabungan harus bekerja ekstra keras untuk memadamkan api.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kebakaran hutan Hyang Lereng Argopuro kian parah. Hingga kini tim gabungan relawan BPBD Kabupaten Jember, Muspika Arjasa, TNI, Polri dan relawan terjun untuk memadamkan api.

Namun api yang melahap 4.612 hektar lereng Argopuro tersebut sulit dipadamkan. Menurut Heru Widagdo Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Jember, petugas kesulitan memadamkan api karena lokasi kebakaran sulit dijangkau. “Satu-satunya cara memadamkan apinya hanya lewat udara,” ujar Heru.

Petugas yang dikerahkan memadamkan api hanya mampu membawa Peralatan seadanya akibat Medan yang sulit dan terjal. Bahkan jalur yang dilalui hanya bisa dilampaui menggunakan roda dua. Selanjutnya motor harus parkir dan petugas harus melanjutjkan dengan berjalan kaki. Peralatan yang bisa dibawa petugas BPBD pun hanyalah gebyok api dan pompa air serta pemukul api saja.

Kobaran api mulai mendekati sejumlah pemukiman warga Kabupaten Jember. Diantaranya: Desa Panduman dan Desa Sucopangepok, Kecamatan Jelbuk, Desa Suci Kecamatan Panti, Kelurahan Baratan, Kecamatan Patrang; dan Desa Kemuning Lor, Kecamatan Arjasa.
“Jarak kebakaran dengan pemukiman penduduk hanya 2 kilometer, hanya bom air atau turun hujan yang saat ini dibutuhkan untuk memadamkan api di lereng Argopuro,” pungkas Heru.

IKLAN

Reporter : Jumai

Fotografer : Jumai

Editor :