Ingatan merupakan hal sangat penting bagi kelangsungan hidup. dengan memori ingatan otak, kita bisa mengenal apa pun yang sudah pernah terekam. Daya ingat juga memiliki peran yang penting dalam proses pendidikan, sebab dari daya ingatlah prestasi siswa ditentukan. Daya ingat yang rendah akan mengganggu siswa dalam belajar. Baik mengingat daftar nama, angka, simbol, kosa kata asing dan lain sebagainya.

Ingatan yang kuat bukanlah dihasilkan dengan bawaan (keturunan) melainkan seringnya diasah atau dilatih. Kesulitan dalam mengingat hal tertentu dalam rentan waktu yang  cepat pada seseorang karena tidak memahami konsep cara menghafal yang tepat. Sebagaimana trik sulap yang bisa dipelajari, ternyata menghafal ratusan kata dan angka acak dalam hitungan detik juga bisa dilakukan. Tak hanya dikuasai para atlet memori sebagai bakat khusus, trik mengingat ini juga bisa dipelajari lewat sebuah teknik yang disebut metode mnemonik.

Mnemonik secara teoretis menurut (Terry: 2006) merupakan strategi ingatan yang tidak ada secara alami dalam konten. artinya metode mnemonik ini merupakajembatan  keledai”  dalam   menghafalKemampuamenguasai beberapa teknik mnemonik sangat berguna bagi semua orang khususnya peserta didik yang ingin mengingat beberapa informasi  ketika belajar. Setiap mata pelajaran yang dia hadapi memiliki konsep yang kadang harus dihafalkan oleh peserta didik. Hafalan peserta didik tergantung dengan panjangnya konsep, pemahaman peserta didik terhadap konsep tersebut, dan teknik yang digunakan.

Faktor yang paling memengaruhi hafalan peserta didik adalah pemahaman. Karena dengan pemahaman yang baik mereka akan mampu mengaitkan informasi yang baru diterima dengan informasi yang lebih dahulu disimpan. Penggunaan pemahaman yang baik jarang dilakukan untuk hafalan materi yang baru saja dipelajari. Maka dari itu untuk menghafal konsep yang baru, metode mnemonik akan membantu untuk cepat menghafal.

Mnemonik bukan hanya mempermudah peserta didik dalam mengingat pengetahuabaiittempatorang,  tanggalatalainnya  dengacara menghubungkan dan mengasosiasikannya suatu kejadian yang ada hubungannya atau dekat dengan dirinya, melainkan juga dapat mempermudah dalam mengambil kembali pengetahuan yang sudah lama sehingga dapat dipanggil kembali sewaktu diperlukan, dan Mengefektifkan informasi dari short-term memory (memori jangka pendek) menjadi longterm memory (memori jangka panjang) dengan berbagai cara yang terdapat di dalamnya.

Dari hal tersebut memberikan gambaran bahwa mnemonik sangat berguna untuk membantu mempelajari fakta khususnya untuk mengajarkan pengetahuan faktual dan ilmuilmu sosial. Dengan kata lain mnemonik adalah teknik atau cara meningkatkan daya ingat dengan menggunakan sastra (sajak) dan bunyi, akronim, akrostik atau kumpulankumpulan gambar. Banyak peralatan mnemonik yang dapat digunakan di antaranya: metode loci, kata hubung, kata kunci, akrostik, akronim, rima (jinggel).

Semua mata pelajaran mempunyai sesuatu hal yang mengharuskan dihafalkan oleh peserta didik, tak terkecuali Pendidikan Agama Islam (PAI). Pada umumnya pemanfaatan mnemonik pada PAI sangat sering dilakukan di pondok pesantren, seperti tasrifan dan menghafalkan beberapa kosa kata dalam bahasa Arab, namun pada pendidikan formal masih jarang dilakukan.

Seharusnya metode mnemonik dapat diadopsi sebagai salah satu cara untuk mempermudah peserta didik menghafalkan beberapa isi dalam PAI di sekolah. Begitu banyak kemudahan yang akan dirasakan oleh peserta didik jika pendidik/guru mulai mengenalkan metode ini kepada siswanya, karena melihat PAI merupakan mata pelajaran yang sangat banyak mempunyai materi dengan mengharuskan peserta didik menghafalkan beberapa simbol, kata, daftar nama yang banyak dalam waktu yang cepat.

Lebih dari itu mnemonik sesuai tujuannya di atas, peserta didik bukan hanya dapat menghafalkan beberapa pokok isi dari pelajaran PAI namun dia akan mengefektifkan informasi dari short-term memory (memori jangka pendek) menjadi long-term memory (memori jangka panjang)  sehingga informasi yang sudah peserta didik rekam akan mudah  dipanggil kembali ingatannya setelah beberapa lama dia tidak mengingatnya.

Contoh dari hal yang paling sederhana pada PAI materi tajwid ahkamul huruf ikhfa siswa akan kesulitan jika harus menghafal 15 macam huruf ikhfa sekaligus. Namun akan menjadi menarik dan mudah hal tersebut jika guru membuat kata hubung untuk mengenalkan macammacam huruf ikhfa tersebut dengan menghubungkan kata tadi-sitsi-shadhiqjatufdzi-syithuk.

Contoh lain dari materi PAI yang dapat menggunakan metode mnemonik adalah pada materi namanama nabi guru memperkenalkan para nabi dengan ciri khasnya masing-masing seperti Nabi Nuh As dengan bahteranya, Nabi Ibrahim As dengan api, Nabi Yunus As dengan ikan paus dan lain sebagainya. Begitu banyak hal pada PAI untuk mempercepat peserta didik menghafal dari hal yang sangat sederhana hingga hal yang kompleks. Sehingga materi yang tidak sedikit itu dapat diikuti pada proses belajar mengajar di kelas dengan percepatan pemahaman yang dibantu dengan metode mnemonik.

*) Alifan Abiyu, mahasiswa Pascasarjana IAIN Jember, artikel sudah dipresentasikan pada Seminar Internasional di Universitas Kebangsaan Malaysia (UKM) pada tanggal 17 September 2019.

IKLAN