Jonatan Christe dikalahkan pemain tuan rumah Rasmus Gemke pada babak kedua Denmark Open 2019. (PP PBSI)

JawaPos. com – Sejak berhasil mencapai final Japan Open 2019, 28 Juli lalu, penampilan Jonatan Christie malah tidak konsisten dan cenderung menurun.

Dalam empat turnamen setelahnya, dia mentok hanya sampai perempat final. Bahkan pada China Open, Jojo—panggilannya, sudah kalah di babak pertama dari rekannya di pelatnas, Shesar Hiren Rhustavito.

Pada Denmark Open ini, penampilan Jonatan juga angin-anginan. Dia sudah tersingkir pada babak kedua dari pemain tuan rumah Rasmus Gemke. Jojo kandas dalam dua game langsung 17-21, 21-23 di Odense Sports Park.

Ini adalah kekalahan pertama Jonatan atas Gemke. Dua pertemuan sebelumnya di Indonesia Masters 2019 dan Indonesia Open 2019, peraih emas Asian Games 2018 tersebut selalu berhasil meraih kemenangan.

”Hasil ini cukup disayangkan. Bisa dibilang kecewa juga. Tapi ini jadi pelajaran buat saya untuk lebih matang lagi lebih konsisten dalam penerapan strategi dan lebih siap ketika lawan mengubah pola,” kata Jonatan dalam siaran pers PP PBSI yang diterima Jawa Pos.

Pada game pertama, Jonatan sejatinya bisa unggul 11-6 saat jeda interval. Keunggulan terus terjadi hingga poin 13-7. Namun secara perlahan, Gemke berhasil menyusul. Setelah poin imbang 15-15, posisi Jonatan malah tertinggal jauh 15-19. Jonatan akhirnya kalah 17-21 di game pembuka.

Pada awal game kedua, Jonatan langsung tertinggal 1-5. Jonatan bisa bangkit dan unggul 10-6 dan 15-13. Namun, lagi-lagi, pemain nomor enam dunia itu kehilangan momentum dan akhirnya kandas dengan skor 21-23.

”Ada beberapa kali saya merasa seperti kurang bisa mengelola poin. Di game pertama sudah enak mainnya, sudah leading 13-7. Tapi di sana saya tidak mempersiapkan jika lawan mengubah pola permainan. Di awal sebenarnya saya bisa cukup menekan, tapi setelah unggul saya jadi kurang siap,” kata Jonatan.

”Tadi beberapa kali juga saya sempat lepas. Dia juga banyak membaca dan menebak pukulan-pukulan saya. Perubahan yang paling besar terasa saat saya leading 13-7, lawan malah bermain lebih enjoy dan rileks. Lebih berani menggunakan stroke-strokenya. Di game kedua juga keulang lagi. Setelah leading malah kebalik lagi karena kurang fokus,” ujar Jonatan.

Dengan demikian, tunggal putra Indonesia yang lolos ke perempat final hanyalah Tommy Sugiarto. Ironisnya, Tommy adalah satu-satunya pemain nonpelatnas yang turun di Denmark Open ini.

Pada babak kedua kemarin (17/10), Tommy mengalahkan pemain Prancis Brice Leverdez. Hari ini, dia akan berjumpa pemain Thailand Sitthikom Thammasin.

Sebelumnya, dua pemain Indonesia Shesar Hiren Rhustavito juga kalah di babak dua. Sementara itu, Anthony Sinisuka Ginting lebih buruk lagi karena kandas di babak pertama dari Leverdez.

Editor : Ainur Rohman

IKLAN