Satu-satunya Disabilitas Perempuan Wakil Indonesia di Para Rowing

Kartini Tompokersan Harapan Indonesia

Sempat Terkendala Visa sebelum Seleksi Kejuaraan

DARI TOMPOKERSAN UNTUK INDONESIA: Kartini, penyandang disabilitas saat menunjukkan kepercayaan dirinya di rumahnya kemarin. Semangatnya dia tunjukkan sebelum berangkat ke Solo untuk mengikuti training camp (TC). Dialah yang menjadi satu-satunya harapan atlet perempuan Indonesia.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Menjadi penyandang disabilitas bukanlah jadi penghalang untuk berkarya. Lewat tekadnya yang tak mengenal lelah. Ajang bergengsi selalu jadi juara, baik antar kota-kota, provinsi maupun nasional. Karena segudang prestasinya itu, Kartini, penyandang disabilitas asal Tompokersan dikirimkan ke Korea.  untuk mengikuti sederet pelatihan guna mempersiapkan ajang bergengsi yang rencananya akan diadakan di Jepang.

Kekurangan itu tak menutupi semangatnya untuk tetap berkarya. Dia sudah berkeluarga, memiliki dua orang anak yang selalu mensuport. Dia adalah Kartini, seorang difabel yang (maaf) tidak mempunyai sepasang kaki. Namun dengan keyakinannya, dia yakin dapat mengharumkan Indonesia, khususnya Lumajang. “Dukungan keluarga yang mampu mendorong saya seperti ini,” ujar Kartini.

Awalnya, sebagai penyandang difabel, keberanian untuk menunjukan diri bukan perkara yang mudah. Butuh keberanian mental yang cukup menghadapi kenyataan. “Saya sangat bersyukur sekali bisa berkesempatan mengikuti olah raga para rowing ini,” tambahnya.

Apalagi untuk meraih kesempatan ini, banyak rintangan yang dihadapi. Dia menceritakan meski tidak mengetahui cabor apa yang akan dilombakan pada pelaksanaan tes awal nanti, tetap dia hadapi. Semua dilalui dengan niat yang kuat. Kemudian ketika dihadapkan dengan pengurusan visa, dia juga terkendala. “Tapi akhirnya saya bisa berangkat,” tambahnya.

Kini, Kartini sedang menuju Solo untuk mempersiapkan diri ke Korea dalam ajang Asian Rowing Championships. Rencananya, selama enam hari akan berada di Korea yakni pada 19 hingga 24 Oktober 2019 nanti. “Semoga kedepan ini dapat menginspirasi seluruh penyandang difabel, bahwa kekurangan mereka adalah kelebihan yang tidak dimiliki oleh orang lain,” ucap ayahnya yang kemarin memotivasi.

Saat pemberangkatan sore kemarin, kartini tak hanya dilepas keluarga. Banyak sanak family, tetangga dan aktivis disabilitas yang melepas keberangkatannya dengan penuh haru. Mereka memberi suntikan motivasi agar Kartini tompokersan ini sukses dalam kejuaraan internasional tersebut

IKLAN

Reporter : Atieqson Mar Iqbal

Fotografer : Atieqson Mar Iqbal

Editor : Hafid Asnan