Hindari Kerusakan Lingkungan Akibat Batubara Bentuk Dewan Energi

PEDULI ENERGI: Dewan Energi Mahasiswa PTAI Jember dideklarasikan untuk mencegah kerusakan lingkungan akibat penggunaan batubara.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Penggunaan batubara sebagai sumber energi nasional diprediksi akan tetap mendominasi hingga tahun 2050. Dari catatan Kementerian ESDM, tahun 2018 lalu total konsumsi batubara domestik untuk keperluan pembangkit tenaga listrik,  83 juta ton atau 86 persen dari total konsumsi batubara domestik.

Penggunaan batubara ini menimbulkan dampak kerusakan lingkungan cukup besar, baik itu air, udara, dan tanah. Penambangan batubara di kawasan tertentu, masih jauh dari kata keadilan.

Hal itu disikapi oleh para mahasiswa untuk mendeklarasikan Dewan Energi Mahasiswa (DEM) Perguruan Tinggi Agama Islam (PTAI) Jember, Kamis (17/10) bertempat di Kampus Al Qodiri.

Busro Abidin, Ketua Dewan Energi Mahasiswa PTAI Jember menginginkan agar pemerintah pusat jangan lagi menjadikan batubara sebagai sumber utama pembangkit energi. “Pemerintah seharusnya sudah memikirkan penggunaan energi alternatif yang ramah lingkungan, disesuaikan dengan kondisi geografis masing-masing daerah,” ujar Abidin.

Selain itu, mahasiswa asal Kabupaten Banyuwangi itu berharap Pemkab Jember memanfaatkan mikrohidro, tenaga surya, biogas dan biomasa. “Kami mendesak pemerintah atau pembuat kebijakan untuk mengkaji ulang desain taman kota yang boros listrik, serta mengajak kepada semua elemen masyarakat untuk sadar menghemat energi,” pungkas Abidin.

Hal senada disampaikan Okky Sudrajat, pengurus DEM Banyumas, melalui wadah organisasi itu bisa menciptakan kedaulatan energi untuk kemakmuran bangsa dan negara.
“Di Indonesia saat ini telah terbentuk 10 lebih DEM, diharapkan penggunaan energi bisa selektif dan efisien,” jelas Okky.

IKLAN

Reporter : Winardyasto

Fotografer : Winardyasto

Editor :