Tiga Kandidat Calon Rektor Unej Miliki Peluang Sama

JEMBER, RADARJEMBER.ID Selangkah lagi, proses Pemilihan Rektor Universitas Jember (Unej) akan memasuki babak akhir. Kemarin (16/10), panitia pemilihan telah menggelar tahap penyaringan bakal calon rektor (bacarek) yang dikerucutkan menjadi tiga calon. Dalam sidang senat tertutup di gedung rektorat lantai 3 itu muncul tiga nama. Mereka adalah Zulfikar, Iwan Taruna, dan Dafik. Munculnya tiga kandidat itu tak mengejutkan, karena sesuai prediksi awal.

Berdasarkan perolehan suara senat di tahap penyaringan, suara terbesar diperoleh Zulfikar. Akademisi yang menjabat Wakil Rektor 1 ini meraih 44 suara dari total 91 suara yang ada. Berikutnya adalah Iwan Taruna yang memperoleh 21 suara. Disusul kemudian Dafik. Dekan FKIP tersebut mendapat 17 suara senat. Ketiga bacarek ini menyingkirkan empat kandidat lain. Mereka adalah Bambang Sujanarko (3), Agus Lutfi (2), Djoko Poernomo (1), I Dewa Ayu Susilawati (1). Sisanya, satu suara abstain dan satu tidak sah.

Ketua Panitia Pilrek Unej Mochammad Ali mengatakan, rapat senat tertutup itu merupakan bagian tahapan dari penjaringan, setelah sebelumnya ada dua sub tahap. Pertama, penyampaian visi-misi yang usai digelar beberapa pekan kemarin dalam sidang senat terbuka. “Rapat senat tertutup kali ini adalah penilaian dan penetapan dari bakal calon rektor yang tujuh orang menjadi tiga calon rektor,” katanya.

Selanjutnya, kata Ali, tiga calon rektor terpilih yang sudah resmi itu, berhak mengikuti tahapan pemilihan selanjutnya yang akan dilakukan bersamaan dengan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti). Dalam pemilihan itu, suara senat akan mendapat porsi 65 persen sebanyak 91 suara, sedangkan suara menteri sebesar 35 persen atau sejumlah 49 suara.

Berdasarkan porsi pembagian suara itu, jika perolehan suara senat ketiga kandidat ini tidak berubah, maka mereka masih memiliki peluang yang sama untuk terpilih sebagai rektor berikutnya. Sebab, masing-masing dapat mengungguli kandidat lainnya bila suara menteri diberikan ke salah satu calon. Semisal, meski perolehan suara terbesar adalah Zulfikar, namun jika suara menteri berlabuh ke Iwan Taruna atau Dafik, maka kedua kandidat tersebut berpeluang menjadi rektor terpilih, walau suara senat kalah dari Zulfikar.

Ali menjelaskan, sejauh ini rapat senat tahap pemilihan calon rektor itu belum ditentukan kapan tanggal pelaksanaannya. Pihaknya masih akan berkonsultasi dengan Kemenristekdikti untuk menentukan waktu pelaksanaan. Lebih jauh, Ali memperkirakan, selambat-lambatnya dua pekan dari tanggal berakhirnya jabatan rektor yang saat ini masih dijabat oleh Moh Hasan. Ini sesuai batasan waktu yang ditentukan Menristekdikti.

“Jadi kalau Pak Hasan jabatannya berakhir sampai 27 Januari, berarti dua minggu sebelumnya sekitar tanggal 12 atau 13 Januari. Itu paling lambat. Boleh jadi, pelaksanaannya bisa dipercepat,” imbuhnya.

Lebih lanjut Ali menjelaskan, ketiga kandidat yang sudah ditetapkan dalam berita acara berikut lampiran hasil sidang senat bakal diserahkan ke kementerian. Dokumen itu juga dilengkapi dengan daftar riwayat hidup para calon terpilih, visi-misi, dan program kerja calon rektor. “Selanjutnya, akan diserahkan ke kementerian paling lambat satu bulan dari tanggal pemilihan. Artinya, tetap bisa fleksibel,” pungkasnya.

IKLAN

Reporter : Maulana

Fotografer : Dwi Siswanto

Editor : Mahrus Sholih