Kiprah Ganasbung, Yang Bagi-bagi Nasi tiap Malam Rabu

Terpanggil Karena Banyak yang Butuh Uluran Tangan

TANAMKAN JIWA SOSIAL: Sejumlah anggota Ganasbung Jember berkeyakinan bahwa sebagai pemuda, tiada peran yang lebih sederhana selain memberi bermanfaat untuk semua orang.

JEMBER, RADARJEMBER. IDKepedulian sosial ditanamkan oleh Komunitas Gerakan Nasi Bungkus (Ganasbung) Jember. Komunitas anak muda ini rutin membagi-bagikan nasi setiap Selasa malam, di beberapa titik lokasi tertentu.

Dari sekian komunitas yang ada di Jember, Gerakan Nasi Bungkus atau Ganasbung mungkin terdengar sedikit asing. Komunitas yang dimotori oleh sejumlah mahasiswa itu memiliki kiprah yang sangat unik dan luar biasa. Yaitu: Rutin bagi-bagi nasi kepada orang-orang yang membutuhkan.

Setiap malam Rabu (saat kebanyakan orang mulai beristirahat dan tertidur lelap) mereka mulai keluar membagi-bagikan nasi.

Ahmad Nur Hakim, salah seorang pendiri komunitas tersebut mengatakan, ide awal berdirinya komunitas itu terinspirasi dari kunjungannnya ketika ke Jogjakarta. Saat itu dia melihat Perkumpulan Mahasiswa dan Pelajar Jember (PMPJ) yang ada di Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta kerap melakukan kegiatan sosial, salah satunya membagikan nasi bungkus.

“Dari situ kemudian teman saya yang juga asli Jember pengin nyoba mengadakan kegiatan itu di Jember. Lalu saya dengan dengan keempat teman lainnya mulai menghidupkan Ganasbung pada 19 Januari 2016,” katanya.

Pemuda yang akrab disapa Akim itu menjelaskan, saat pertama kali mendirikan Ganasbung itu, diakuinya, cukup susah payah. Kaena selain karena kekurangan tenaga, mereka juga kekurangan nasi yang akan dibagikan. Bahkan tak jarang saat awal itu mereka harus patungan dari menyisihkan uang jajannya utuk membeli nasi sendiri.

Namun, Akim sendiri mengaku, semua persoalan tersebut menjadi bumbu penyedap atas niat baik nan tulus yang mereka lakukan. “Kendala itu pasti ada, yang menguatkan saat itu adalah komitmen kita,” imbuhnya.

Berkat keuletannya, kini keanggotannya Ganasbung bertambah jadi 200-an. Mereka berasal dari mahasiswa Unej, IAIN, Polije dan UM Jember serta beberapa dari pelajar.  Meskipun yang aktif saat pembagian nasi berkisar 15-25 anak, namun ia masih bersyukur karena semua kegiatan itu diinisiasi dari para pemuda.

IKLAN

Reporter : Maulana

Fotografer : Dwi Siswanto

Editor : Hadi Sumarsono