Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto merayakan kemenangan mereka pada babak pertama Denmark Open 2019. (PP PBSI)

JawaPos. com – Dalam dua pertandingan terakhir sebelum di Denmark Open 2019, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto selalu kandas dari He Jitiang/Tan Qiang.

Dua laga tersebut selalu berakhir ketat sampai rubber game. Pertama di China Open 2018. Lalu di babak 16 besar Kejuaraan Badminton Asia 2019. Namun, dini hari tadi (17/10) di Odense Sports Park, Fajar/Rian berhasil bangkit dan membalaskan kekalahannya atas He/Tan.

Ganda nomor lima dunia tersebut menang 21-19, 21-18 dalam tempo 31 menit.

”Alhamdulillah bersyukur hari ini bisa menang. Tadi pertandingan juga nggakmudah, lawan bermain bagus, jadi kami harus lebih jaga fokusnya,” kata Rian dalam siaran pers PP PBSI.

”Kami bermain fokus saja, nggak terlalu memikirkan pertemuan sebelumnya. Kami cari poin satu-satu. Tapi tetap belajar dari pertemuan sebelumnya, jangan sampai kesalahan waktu itu terulang lagi. Di sini bolanya cukup kencang, jadi kami harus bisa mengaturnya,” tambah Fajar.

Pertandingan ini memang berjalan sangat menarik. Kejar-mengejar poin terjadi. Kedua pasangan juga beradu cerdik dalam strategi. Kesalahan kecil, akan langsung menghasilkan angka bagi lawannya.

Baik Fajar/Rian maupun He/Tan juga sangat hati-hati dalam melakukan pembukaan. Bola naik sedikit saja, maka akan langsung dihajar. Oleh karena itu, walau skornya ketat, namun pertandingan selesai relatif cepat. Sebab game ini memiliki intensitas yang tinggi.

Pada game pertama, He/Tan sempat memimpin 14-11. Namun, Fajar/Rian mampu menyamakan kedudukan menjadi 17-17. Setelah itu, Fajar/Rian tidak kehilangan momentum untuk unggul 1-0.

Game kedua berjalan dalam situasi yang nyaris sama. Fajar/Rian mencapai interval lebih dulu dalam kedudukan 11-8. Tetapi He/Tan bisa bangkit, sempat memimpin, dan kembali beradu kuat dalam kondisi yang sama, 17-17.

Pada situasi inilah, Fajar/Rian menunjukkan kelasnya sebagai salah satu pasangan elite dunia. Mereka tetap tenang, menutup pertandingan dengan mantap, serta cuma mengizinkan He/Tan mencetak satu angka saja.

Berikutnya, pada babak kedua, Fajar/Rian akan menghadapi Phillip Chew/Ryan Chew asal Amerika Serikat. Keduanya tercatat belum pernah saling jumpa di lapangan pertandingan.

Pillip/Ryan mengalahkan juara Indonesia Masters 2019 di Malang, Zhang Nan/Ou Xuanyi dalam dua game langsung 21-16, 21-19.

”Kami akan lihat lagi video permainan lawan buat besok (hari ini, Red). Yang paling penting siapkan tenaga dan fokusnya. Jaga kondisi saja karena pertandingan bulan-bulan ini cukup padat, jadi harus pinter-pinter jaga kondisi,” ucap Rian.

”Di sini juga kondisi cuaca dan suhu berbeda, lebih dingin. Jadi harus pintar-pintar menyesuaikan. Yang biasa hanya pakai kaos saja, kali ini harus pakai jaket dingin, celana training, sepatu semua lengkap. Hal-hal kecil seperti itu harus kami perhatikan supaya jangan sampai sakit,” imbuh Fajar.

Sebelum Fajar/Rian, tiga ganda putra Indonesia juga melangkah ke babak kedua. Yakni Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo, Wahyu Nayaka Arya Pankaryanira/Ade Yusuf, serta Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan.

Pada babak dua Marcus/Kevin akan berhadapan dengan Ben Lane/Sean Vendy (Inggris). Wahyu/Ade berduel dengan Lu Ching-yao/Yang Po-han asal Taiwan. Sedangkan Hendra/Ahsan akan menjalani laga ulangan final All England 2019 melawan Aaron Chia/Soh Wooi Yik dari Malaysia.

Editor : Ainur Rohman

IKLAN