Stefano Lilipaly merupakan skuad timnas pada Piala AFF 2016. (Chandra satwika/jawa pos)

JawaPos.com – Timnas Indonesia pernah jadi mimpi buruk bagi Vietnam. Prahara itu terjadi pada semifinal Piala AFF 2016. Saat itu skuad Garuda berhasil menghentikan langkah The Golden Star –julukan timnas Vietnam– di semifinal.

Padahal, timnas yang saat itu ditangani Alfred Riedl memiliki opsi amunisi yang minim. Maklum, saat itu timnas hanya boleh mengambil dua pemain dari setiap tim di Indonesia Soccer Championship. Namun, pada leg pertama di Stadion Pakansari, Bogor, timnas menang dengan skor tipis 2-1. Pada leg kedua di Stadion My Dinh, Hanoi, Garuda bisa menahan imbang Vietnam dengan skor 2-2. Timnas pun lolos ke final dengan agregat 3-2.

Nah, sejumlah alumnus AFF 2016 masih bertahan di skuad asuhan Simon McMenemy. Total, ada 10 pemain yang bertahan. Yakni, Andritany Ardhiyasa, Andik Vermansah, Yanto Basna, Lerby Eliandry, Abduh Lestaluhu, Hansamu Yama, Stefano Lilipaly, Manahati Lestusen, Evan Dimas, dan Bayu Pradana. Bahkan, tiga dari empat pencetak gol dalam dua leg semifinal kala itu masih menjadi pemain kunci. Yakni, Stefano Lilipaly, Hansamu Yama, dan Manahati Lestusen.

Fano –sapaan Stefano Lilipaly– juga terkenang momen manis tiga tahun lalu. Menurut dia, Vietnam adalah lawan yang sering dia hadapi selama berseragam timnas. ’’Tapi, Vietnam adalah tim yang berkualitas. Saat itu kami beruntung bisa menang. Kami tahu yang dihadapi besok (malam ini) berbeda,’’ ujar Lilipaly kepada Jawa Pos.

Dia meminta rekan-rekannya tidak menganggap remeh Vietnam. Sebab, Vietnam yang sekarang jauh berbeda dengan yang dikalahkan Indonesia pada Piala AFF 2016. ’’Tetapi jangan lupa, sekarang kami main di home sendiri. Kami memang kalah dalam tiga pertandingan, tapi besok tidak boleh,’’ tegasnya.

Bagi Lilipaly, pertandingan melawan Vietnam harus jadi momentum kebangkitan. ’’Saya berharap besok (hari ini) kami mendapatkan kemenangan pertama,’’ ucapnya. Spirit makin berlipat lantaran Lilipaly bermain di ’’rumah’’ sendiri. ’’Ini stadion saya. Saya tahu lapangannya seperti apa, tahu suporter di Bali seperti apa. Besok (hari ini) bisa dapatkan hasil terbaik, itu yang paling penting,’’ jelasnya.

Editor : Mohammad Ilham

Reporter : rid/bas

IKLAN