Keluarga Korban Ditawari Kompensasi

SAMBANGI KELUARGA KORBAN: Kepala TNMB Maman Surahman bersama Kapolres Jember AKBP Alfian Nurrizal mengunjungi rumah keluarga almarhum Aries Samba, terduga pencuri kayu yang meninggal ditembak petugas TNMB, beberapa waktu lalu. (Jumai/radarjember.id)

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Insiden penembakan terduga pencuri kayu di kawasan hutan Taman Nasional Meru Betiri (TNMB), Aries Samba, menyisakan kepedihan bagi keluarga korban. Terlebih saat ini, istri korban, Ririen Setiawati, tengah hamil besar. Bahkan, perempuan 28 tahun itu tinggal menghitung hari untuk menanti kelahiran bayi yatim tersebut.

Sebenarnya, kasus yang menewaskan pemuda 30 tahun, warga Dusun Krajan 1, Desa Andongrejo, Kecamatan Tempurejo, ini telah ditangani penyidik kepolisian. Namun, sebagian kelompok masyarakat masih tak terima. Hal itu membuat suasana di masyarakat masih tegang. Untuk meredam itu, petinggi TNMB mengunjungi keluarga korban, kemarin (14/10). Mereka tak sendiri, tapi juga ditemani unsur kepolisian.

“Kami datang bersama Kepala TNMB Jember ini dalam rangka meminta maaf,” ujar Kapolres Jember AKBP Alfian Nurrizal. Siang kemarin, Alfian datang bersama Kepala TNMB Maman Surahman, sejumlah petugas TNMB, dan Muspika Tempurejo. Kedatangan rombongan diterima Poniman, 55, ayah korban, serta Murshid, kakak korban.

Saat itu, Kapolres Alfian meminta keluarga korban untuk mengambil hikmah atas meninggalnya kerabat mereka. Selain itu, mempercayakan penyelesaian kasusnya ke polisi. Sebab, semua petugas TNMB, termasuk petugas yang melakukan penembakan, sudah diperiksa polisi. Bahkan, kasus itu juga telah dilimpahkan ke Polda Jawa Timur.

Sebagai kompensasi, kepolisian menawarkan bantuan kepada keluarga korban. Semisal istri korban ingin membuka usaha jahit atau membuka toko peracangan untuk kelangsungan hidup mereka. Terkait hal itu, Alfian meminta keluarga korban tak usah segan. Permintaan itu bisa disampaikan kepada Kapolsek Tempurejo atau kepada dirinya langsung. “Mari kita bicarakan baik-baik. Kami, termasuk dari TNMB, siap membantu. Apalagi, istri dan dua anak korban masih kecil,” tutur Alfian.

Kepala TNMB Maman Surahman juga meminta maaf. Dia mengakui bahwa kunjungan yang dilakukan ke keluarga korban rentang waktunya cukup lama dengan kasus penembakan yang dilakukan anak buahnya. Dia beralasan, karena masih menunggu hasil pemeriksaan yang melibatkan 10 petugas TNMB. “Karena semuanya penyidikan setelah dari Polres Jember dialihkan ke Polda Jatim. Jadi harus ke sana,” ujarnya.

Dia pun merayu agar keluarga korban bisa memaafkan insiden yang terjadi, sekaligus TNMB bisa diterima kembali sebagai keluarga di Desa Andongrejo. Sebab, seperti diketahui, di Desa Andongrejo ada salah satu pos penjagaan milik TNMB yang beberapa waktu lalu dibakar oleh orang tak dikenal. “Kami siap membantu kelangsungan hidup istri bersama anak almarhum. Bahkan, untuk biaya persalinan yang mau melahirkan, semuanya akan ditanggung oleh TNMB,” bujuknya.

IKLAN

Reporter : Jumai

Fotografer : Jumai

Editor : Mahrus Sholih