KRAKSAAN, Radar Bromo – Pertumbuhan perguruan silat di Kabupaten Probolinggo, cukup subur. Mencapai ratusan. Namun, yang mengikuti gelaran Kejuaraan Bupati Cup 2019, hanya 22 perguruan pencak silat se-Kabupaten Probolinggo.

Dalam kejuaraan yang digelar di GOR Sasana Krida, Kraksaan itu, Persatuan Bela Diri Nurul Jadid (PBDNJ) meraih juara umum. Mereka memperoleh 12 medali emas. Juara umum kedua diraih Perguruan Tapak Suci dengan 8 medali emas. Juara umum ketiga Perguruan perisai Diri yang membawa pulang 7 medali emas.

Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Probolinggo Ahmad Ansori mengatakan, perkembangan Pencak Silat di daerahnya sangat pesat. Bahkan, mencapai ratusan perguruan silat. “Ada banyak perguruan pencak silat di Kabupaten Probolinggo. Tetapi, yang terdaftar pada IPSI hanya 22 perguruan,” ujarnya.

Menurutnya, tidak terwadahinya perguruan pencak silat selain 22 perguruan itu, karena terbentur aturan dan AD/ART IPSI. Karenanya, banyak yang tidak tergabung. Namun, ke depan pihaknya akan menggabungkannya, sehingga banyak bibit atlet yang bisa dijaring untuk mengikuti kejuaraan. “Ke depan tentunya perlahan, selain melakukan pembinaan terhadap yang tergabung pada kami, juga merangkul yang ada di luaran,” ujarnya.

Pada Porprov Jatim 2019, IPSI tidak bisa mengikutinya. Sebab, atlet yang dikirim gugur di tahap pra-Porprov. “Tetapi untuk Porprov yang akan datang, kami akan lebih siap. Kejuaraan seperti Bupati Cup ini merupakan penjaringan, sehingga nanti bisa menjaring atlet berbakat dan bisa lolos ikut Porprov,” ujarnya. (sid/rud/fun)

IKLAN