Bidik Aktor Intelektual dan Bandar Besar

Mabes Polri Turun Tangan Membongkar Sindikat Sabu

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Informasi penangkapan 5 kilogram narkoba jenis sabu memang masih terbatas. Tak banyak orang tahu. Namun, pergerakan untuk membongkar sindikat ini cukup gencar. Sampai Mabes Polri pun turun tangan. Kabarnya, saat ini sedang membidik aktor intelektual dan bandar besar.

Wajar saja jika prestasi pembongkaran ini masih terkesan disembunyikan. Sebab, kepolisian tidak ingin setengah-setengah mengusut kawanan pelaku. Kapolres Arsal juga memilih berhati-hati saat memberikan penjelasan. Pihaknya khawatir akan kehilangan target. “Takutnya nanti kita kehilangan jejak,” jawabnya singkat.

Temuan yang tergolong prestasi buat korps berbaju cokelat itu ternyata juga diketahui Badan Nasional Narkoba (BNN) Kabupaten Lumajang. Kepala BNN Lumajang Indra Brahmana mengakui bila pihaknya juga tahu. Namun hingga saat ini, pihaknya juga belum bisa memberikan informasi detail kepada siapa pun. “Hanya cukup diketahui pihak terkait, yakni Polres Lumajang dan kami,” ujarnya saat dikonfirmasi, petang kemarin.

Dia menambahkan, jika informasi ini diumbar, khawatir jaringan dan sindikat narkoba ini terputus. Tidak sampai diusut sampai ke akar-akarnya. Karena itu, oknum yang tertangkap hanya pengedar kecil-kecil yang notabene bukan aktor intelektual.

Baca Pemilik Sabu 5 Kilogram Orang Tempeh

Memang, diakui dirinya sempat kaget dengan temuan sabu berbobot 5 kilogram ini. Sebab, biasanya untuk kelas Lumajang-an hanya berkisar pada satuan ons, bukan kilogram. “Biasanya begitu. Tak sampai kilogram,” jelasnya.

Dia juga mengakui, temuan ini merupakan temuan terbesar sepanjang sejarah pengungkapan peredaran narkoba di Lumajang. merupakan suatu hal yang prestisius bagi kepolisian.

Indra menegaskan, segala informasi ini seharusnya satu pintu dengan Kapolres Lumajang. “Ini kan barang temuan polres, lebih baik satu pintu lewat kapolres,” imbuhnya. Dirinya tidak mau mengklaim dan banyak memberi keterangan pada publik. Hasil kerja kepolisian, maka langsung dikonfirmasi pada kasat reskoba atau kapolres langsung.

Indra menegaskan, terkait temuan ini, baru akan diberikan penjelasan ketika pihak kepolisian sudah tuntas mendalaminya. “Dalam ketentuan penyidikan, butuh waktu 6 hari dari untuk mendalami dan menelusuri kasus ini. Supaya bisa tertangkap dalangnya,” jelas Indra.

Terlepas dari semua itu, temuan sabu-sabu ini menjadi pelajaran bagi berbagai pihak. Tidak hanya instansi terkait saja yang bertanggung jawab untuk mencegah. Namun, seluruh lapisan masyarakat seharusnya bisa bahu-membahu menyadarkan diri bahwa narkoba merupakan ancaman besar.

Jangan Menguap Seperti Ganja 2015

Temuan sabu seberat 5 kilogram akhirnya didengar oleh wakil rakyat. Pihak legislatif memberi atensi serius pada narkoba. Mereka meminta agar temuan ini tidak terkesan menguap seperti sebelumnya. Yakni temuan kebun ganja di tengah kota empat tahun silam yang makin suram penanganannya.

Catatan Jawa Pos Radar Semeru, pengungkapan tanaman ganja yang tumbuh di tengah kota, tepatnya di Jalan Pisang Agung, Kelurahan Kepuharjo, sampai saat ini makin tidak jelas. Padahal, kasus tersebut berjalan hampir lima tahun. Namun, belum ada tersangka utama. Hanya pihak penjaga dan beberapa orang yang dijerat hukuman ringan dan divonis tahanan kota.

Saat itu, pada Maret 2015 terungkap ganja sebanyak 88 batang pohon yang diperkirakan tingginya mencapai dua sampai tiga meter. Rinciannya 18 batang pohon ditanam dalam pot, 60 batang pohon masih tertanam di halaman belakang, serta 10 batang sudah mengering siap jual. Namun, sampai saat ini belum dipastikan siapa yang divonis berat. Sedangkan pengungkapan tersebut merupakan sama-sama prestasi besar. Sayang nasibnya menguap

H Akhmat, Wakil Ketua DPRD Lumajang, mengapresiasi penemuan sabu-sabu seberat 5 kilogram itu. Hal itu merupakan prestasi yang membanggakan. Sebab, langkah cepat polres berhasil mencegah barang haram tersebut tidak sampai tersebar ke mana-mana.

Selain itu, dia menegaskan bahwa pengungkapan itu harus tuntas. “Jangan seperti kasus sebelumnya, seperti penemuan ganja. Harus diusut tuntas. Kami meyakini kepolisian saat ini akan sungguh-sungguh,” ujarnya.

Pemilik sabu-sabu itu, kata dia, harus mendapat hukuman yang setimpal. Apalagi bandar dan aktor intelektualnya. Harus diusut sampai ke akar-akarnya. Sebab, perang terhadap narkoba menjadi semangat bersama. Semua pihak selalu mengampanyekan perangi narkoba.

Untuk itu, siapa pun nanti yang menjadi tersangka, harus diproses. “Jangan mandek dengan capaian yang diperoleh saat ini. Harus dikembangkan dan para pelaku harus dihukum berat,” pungkasnya.

IKLAN

Reporter : mg3, Atieqson Mar Iqbal

Fotografer : Istimewa

Editor : Hafid Asnan