Direktur Utama PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) (SMI) Edwin Syahruzad (kiri) dan Head of Corporate Secretary SMI Ramona Harimurti (kanan), dalam Media Meet Up 2019, di Kepulauan Seribu, Jakarta, Kamis (10/10). (Estu Suryowati/JawaPos.com)

JawaPos.com – PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau SMI membukukan pendapatan usaha sebesar Rp 3,88 triliun pada kuartal III 2019. Pendapatan usaha BUMN di bawah koordinasi Kementerian Keuangan (Kemenkeu) ini tumbuh 43,53 persen secara year-on-year (YoY) dari yang sebesar Rp 2,71 triliun.

Sementara itu, pada periode sama total asetnya menyentuh Rp 73,03 triliun atau tumbuh 22,75 persen YoY dari yang sebesar Rp 59,49 triliun. Direktur Utama SMI Edwin Syahruzad menjelaskan, tingginya pertumbuhan pendapatan usaha ditopang oleh core business SMI, yakni pada pembiayaan infrastruktur.

“Sehingga 85 persen core income bersumber dari pendapatan intermediasi,” katanya dalam acara Media Meet Up 2019, di Pulau Bidadari, Kepulauan Seribu, Jakarta, Kamis (10/10).

Selama Januari-September 2019, pilar bisnis Pembiayaan dan Investasi menghasilkan komitmen pembiayaan senilai Rp 98 triliun, atau naik 31,7 persen YoY dari yang sebesar Rp 91,8 triliun. Sedangkan outstanding atau yang sudah disalurkan senilai Rp 58,5 triliun, atau tumbuh 38,4 persen YoY dari yang sebesar.

Kemudian, dari pilar bisnis Jasa Konsultasi, Edwin memaparkan ada enam proyek yang dikerjakan SMI dari Januari-September 2019. Empat proyek di antaranya merupakan Proyek Startegis Nasional (PSN).

Keempat PSN itu antara lain proyek Kerja sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) Unsolicited Kereta Jalur Lingkar (New Jakarta Loopline), proyek LRT Jakarta Koridor 1 dan 2, dan Pekerjaan Lanjutan Pendampingan Transaksi dan Legal KPBU Satelit Multifungsi.

Sedangkan dari pilar bisnis Pengembangan Proyek, SMI masih memiliki sembilan penugasan, salah satunya yaitu pengembangan proyek SPAM Kamijoro di DI Jogjakarta. Dalam proyek ini, SMI akan berperan dalam pelaksanaan penugasan, fasilitas penyiapan proyek, serta pendampingan transaksi.

Dalam kesempatan tersebut, Edwin juga menyampaikan, SMI membukukan laba bersih senilai Rp 1,46 triliun atau tumbuh 16,74 persen YoY dari yang sebesar Rp 1,26 triliun. Jika dibandingkan RKAP 2019 yang sebesar Rp 1,63 triliun, maka realisasi laba bersih kuartal III tersebut sudah mencapai 89,74 persen.

“Jadi, di saat lingkungan global sekarang sedang menuju pelemahan ekonomi, kami bisa tumbuh baik, tumbuh sehat, plus kualitas aset juga terjaga baik. Itu menurut kami Alhamdulillah,” ujar Edwin. Dia berharap sehatnya kinerja perseroan dapat meningkatkan kepercayaan investor sehingga SMI dapat mengemban mandat yang lebih besar.

Editor : Estu Suryowati

IKLAN