Komnas PA Selamatkan Bocah 8 Tahun dari Penyekapan Ayahnya

KEMANUSIAN : Anggota Komnas PA Jateng, Yanuaria Jayanti dan Enar Ratriany Assa bersama NH dan sang anak saat dimintai keterangan di Polres Semarang. (ISTIMEWA)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pengurus Komnas Perlindungan Anak (Komnas PA) Jateng berhasil menyelamatkan AL dari penyekapan yang dilakukan ayah kandungnya, JEN, Kamis (10/10) petang. Bocah delapan tahun tersebut dikurung selama tiga tahun lebih. Tidak diperbolehkan keluar rumah dan bersekolah, apalagi bermain dengan teman-temannya.

Dua pengurus Komnas PA Jateng, Yanuaria Jayanti dan Enar Ratriany Assa menjadi motor penggerak penyelamatan bocah tersebut. Keduanya mendobrak pagar dan pintu rumah JEN di Dusun Bugisan RT 3 RW 6 Kelurahan Lodoyong, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang.

Diketahui orangtua AL sudah bercerai sejak 2017 lalu dan berdasarkan surat pengadilan hak asuh anak berada pada ibunya, NH. Tetapi, sang anak diambil JEN dan sang ibu tidak diperbolehkan mengambil. Bahkan, sang anak dikurung dan tidak diperbolehkan bersekolah. Warga sekitar sudah mengetahui perihal penyekapan tersebut. Tapi sayang, tidak ada satu orangpun yang peduli dan terkesan mengabaikannya.

Bersama Komnas PA Jateng, NH sudah melaporkan kasus tersebut ke Polres Semarang sejak April 2019. Tetapi karena tidak ada respon, akhirnya dua pengurus Komnas PA Jateng mengambil tindakan dengan mendobrak pintu rumah JEN. Setelah itu, Kasatreskrim Polres Semarang bersama jajaran yang turun ke lokasi dan terpaksa mengamankan JEN.

“Kasus ini sudah lama, namun warga sekitar tidak ada yang peduli. Padahal ini menyangkut nyawa anak yang tiga tahun lebih di sandera bapaknya. Kami mendapat laporan, anak itu pernah makan busa karena ditinggal di rumah sendirian,” kata Pengurus Komnas PA Jateng, Yanuaria Jayanti.

Pihaknya mengaku kecewa dengan respon Polres Semarang yang terkesan lamban dalam menangani kasus tersebut. Akhirnya atas dasar kemanusian dan sudah mendapatkan kuasa dari orangtua AL, pengurus Komnas PA berinisiatif mengambil anak tersebut.

“Ini semata-mata kemanusiaan. Kasihan anaknya tidak sekolah dan tidak pernah keluar rumah. Setiap hari di dalam rumah dan ketika bapaknya pergi semua pintu dan jendela dikunci,” tambah Enar.

Kasus tersebut bermula ketika NH bercerai dengan JEN tahun 2017. Sang anak diambil JEN dan tidak diperbolehkan keluar rumah dan tidak disekolahkan. Bahkan, JEN sering ditinggal di rumah dengan pintu dikunci dari luar. “Saya tidak boleh membawanya dan ketika ke rumah hanya bisa bicara dibalik tralis jendela kaca,” ungkapnya.

Saat ini, pihak Polres Semarang masih meminta keterangan dari JEN dan Komnas PA Anak Jateng. Sementara sang anak, AL dalam perlindungan Komnas PA Jateng. (fth/ida/ap)

IKLAN

Reporter :

Fotografer :

Editor :