Ilustrasi penangkapan teroris oleh Densus 88 (dok.jawapos.com)

DENPASAR – Situasi keamanan nasional menjadi perhatian serius pascapenusukan yang menimpa Menkopolhukam Wiranto di Pandeglang, Banten, tiga hari lalu.

Hasilnya, dua orang diduga teroris jaringan Jamaah Anshorut Daulah (JAD) Bekasi pimpinan Abu Zee dibekuk di Bali, Kamis (10/10) lalu.

Dua teroris itu diketahui berinisial NA dan JA. Menurut Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo, selama di Bali dua terduga pelaku tengah mempersiapkan aksi teror atau amaliah.

Beruntung sebelum peristiwa Bom Bali I dan II terulang, dua terduga pelaku berhasil diamankan. Keduanya kini diterbangkan Densus 88 Antiteror ke Jakarta untuk pemeriksaan lebih lanjut.

“Benar telah ditangkap di Bali saudara AT dan ZAI. Saat ini kepolisian tengah melakukan pendalaman dan pemeriksaan,” kata Kabidhumas Polda Bali Kombes Hengky Widjaya.

Berdasar pemeriksaan awal, kedua terduga pelaku berafiliasi dengan jaringan ISIS pimpinan Abu Bakar Al Baghdadi.

Sejumlah sumber di lingkungan Polda Bali juga membenarkan terkait penangkapan dua teroris itu. Penangkapan dilakukan langsung tim dari Mabes Polri.

“Penangkapan terduga teroris ini berlangsung di sejumlah daerah, termasuk di Bali. Dua pelaku yang di Jembrana Bali sudah di bawa ke Mabes Polri untuk pengembangan. Informasinya seperti itu,” bisik sumber di Polda Bali.

Terkait pengamanan, lanjur sumber ini, Polda Bali beserta jajaran terus melakukan pengamanan seperti sebelum-sebelumnya.

“Ya pengamanan di wilayah Bali sampai saat ini ketat seperti biasa. Informasi yang beredar pihak Densus 88 di Bali sementara melakukan pemantauan lebih ketat,” tuturnya.

(rb/dre/mus/JPR)

IKLAN