KEBUT PERBAIKAN: Tenaga teknis PUDAM memperbaiki pipa yang jebol akibat kena backhoe di lokasi proyek pelebaran jalan di Banjarsari, Glagah, kemarin. (Ramada Kusuma/RaBa)

JawaPos.com – Proyek pelebaran jalan dari Banjarsari menuju Kalibendo kembali menyisakan masalah. Lagi-lagi pipa PUDAM kena garuk backhoe. Akibatnya, distribusi air ke sejumlah rumah pelanggan macet. Ratusan orang pun tak bisa mandi.

Jawa Pos Radar Banyuwangi (JP-RaBa) kemarin menginvestigasi sumber masalah warga yang tak bisa mendapatkan air bersih. Di Desa Kemiren, JP-RaBa mendapati operator backhoe milik PT Multi Razulka Sakti terus mengeruk tanah di pinggir jalan.

Sang operator seolah tak menyadari akibat  kerukan kendaraan berat itu membuat beberapa pipa air milik PUDAM Banyuwangi dan HIPAM Banjarsari pecah. Kerusakan itu pun berdampak kepada para pelanggan yang kehilangan akses air bersih.

Happy Oktavia, salah satu warga yang tinggal di Perum Brawijaya Residence mengaku kecewa dengan tersendatnya distribusi air. Gara-gara pipa pecah, air di rumahnya keruh. Debitnya juga kecil sejak Senin sore (7/10). Praktis, seluruh aktivitas di rumah menjadi terganggu. ”Kalau seperti ini, masa harus mencuci dan mandi di PUDAM. Saya hubungi call center juga tidak dijawab,” ujar ibu tiga anak itu.

Kondisi serupa diungkapkan Ruli, warga Kelurahan Kebalenan. Air di rumahnya keluar bercampur dengan pasir dan lumpur. Hingga Selasa pagi (8/9), debit air semakin kecil dan nyaris tidak menetes. ”Katanya ada kerusakan di atas, saya sampai tidak mandi tadi berangkat kerja,” akunya.

JP-RaBa yang datang ke lokasi melihat ada sekitar dua titik pipa yang tampak pecah. Pipa berbahan polietilena (PE) berukuran 6 desimeter itu terus mengucurkan air deras sehingga membuat kerukan yang sebenarnya dibuat untuk melebarkan jalan, tampak seperti sungai kecil.

”Tadi pagi pukul 08.54 pipanya pecah lagi terkena backhoe. Total ada tiga jaringan yang kena sejak kemarin,” ungkap Danang, 21, salah seorang petugas lapangan dari PUDAM.

Dampak dari pecahnya pipa PUDAM  dirasakan cukup banyak pelanggan. Salah seorang petugas teknisi PUDAM yang enggan disebut namanya memperkirakan lebih dari 500 pelanggan terkena dampak kerusakan tersebut.

PUDAM berusaha membenahi langsung jaringan pipa yang pecah karena hantaman backhoe. Termasuk pipa bocor di jaringan yang ada di bawah.

Banyak juga pipa yang bocor karena kemasukan material dari atas. Hal itulah yang mengakibatkan banyak jaringan yang masih mampet meski pipa di bagian atas sudah dibenahi. ”PUDAM sudah mendistribusikan air bersih dengan empat mobil tangki, tapi mungkin belum semuanya terjangkau, kita upayakan secepat mungkin,” tegasnya

Kerusakan pipa milik PUDAM sebenarnya terjadi dua kali selama dua hari. Titik pertama berada sekitar 2 meter dari patung barong. Titik kedua berjarak 10 meter dari titik awal. Dan titik ketiga sekitar 50 meter dari titik awal.

Danang, salah satu petugas teknis PUDAM mengatakan, proses perbaikan membutuhkan waktu lama karena pihaknya harus mematikan dulu air dari sumber mata air sebelum melakukan perbaikan.

Baru setelah itu dilakukan penggalian di bawah pipa untuk mempermudah penggantian atau pemasangan penghubung pipa. ”Kemarin (Senin) kita kerja dari jam 8 pagi sampai jam 10 malam. Kita tidak tahu nanti selesai pukul berapa, semoga tidak ada yang pecah lagi karena pembangunan terus berjalan,” tuturnya.

Tak hanya pelanggan PUDAM yang kemarin protes akibat matinya saluran air. Pelanggan HIPAM Kelurahan Banjarsari ikut mengeluhkan hal yang sama. M. Ikhsan, salah seorang pengurus HIPAM merasa kesal dengan kinerja operator backhoe yang dinilai serampangan. Dampaknya, empat jaringan pipa milik HIPAM ikut pecah. ”Pagi-pagi sudah ada enam orang yang datang ke rumah. Mereka protes karena airnya mati dan kotor. Ini saya bingung harus protes ke siapa,” tegasnya.

Direktur PUDAM Banyuwangi Widodo Waluyo mengatakan, pihaknya berusaha semaksimal mungkin untuk bisa membenahi dampak dari kerusakan pipa air. Menurutnya, pembenahan tidak mudah karena banyak material yang ikut terbawa ke saluran air. Sehingga bagian teknis harus mencari di mana titik kebocoran pipa yang ada di bawah.

”Tadi (kemarin) sudah kita benahi satu titik yang tersumbat di daerah Bamburia, tapi masih ada beberapa pelanggan yang belum lancar. Ini masih terus kita cari titiknya,” terang Widodo.     Untuk mengurangi beban pelanggan, PUDAM  sudah berupaya memberikan bantuan air melalui empat mobil tangki. Ada juga tambahan pemasangan enam tandon air di beberapa titik untuk kebutuhan air bersih warga.

Karena jumlah pelanggan yang terdampak di kawasan sekitar Cungking hingga Kebalenan cukup banyak, sehingga membutuhkan waktu agar air bisa terdistribusi maksimal. Untuk mencegah kerusakan serupa, PUDAM sudah melakukan pendampingan pada saat alat berat melakukan pengerukan. Namun ternyata perkiraan posisi pengerukan dengan posisi pipa sering kali meleset.

”Kita sudah mendampingi, tapi mungkin mengoperasikan alat berat juga tidak mudah, jadi terkena musibah seperti sekarang. Ada sekitar 500 sampai 1.000 pelanggan yang terkena imbasnya,” ungkap Widodo.

(bw/fre/als/JPR)

IKLAN