Sejumlah perwakilan desainer yang akan mengikuti ajang Indonesia Modest Fashion Week (Marieska Virdhani/JawaPos.com)

JawaPos.com – Dunia fashion busana muslim semakin berkibar seiring tekad Indonesia menjadi kiblat fashion muslim dunia pada tahun 2020. Sedikitnya 60 desainer tengah sibuk menyiapkan diri menjelang pelaksanaan pentas modest fashion tahunan Indonesia Modest Fashion Week oleh Indonesia Modest Fashion Designer.

Perhelatan bergengsi modest wear itu akan digelar di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta Pusat, pada 16-20 Oktober 2019. Ajang IMFW 2019 diikuti 60 desainer selain dari Indonesia dan Asia Tenggara seperti Filipina dan Malaysia. Uniknya, tema yang diangkat adalah ‘Nautica Archipelago’ atau bernuansa bahari sesuai akar negara Indonesia sebagai negara kepulauan.

“Tema bahari kami ambil sesuai ciri khas negara kita. Memang tiap tahun kami angkat tema berbeda. Kami pernah angkat warisan sepanjang pesisir, etnik urban, dan kali ini bahari karena laut kita kaya,” kata Ketua Umum Indonesia Modest Fashion Designer (IMFD) Jeny Tjahyawati.

Sesuai tema itu, kain atau bahan yang digunakan tetap berupa wastra nusantara, bisa berupa batik, tenun, songket dan lainnya. Warna-warna yang dipilih adalah warna terumbu karang, warna laut, pantai, dan berbagai warna lain yang menggambarkan kehidupan bahari.

“Ada juga desainer muda dari Tasikmalaya yang akan mengangkat bordir. Dari Padang juga ada,” tuturnya.

Jeny menjelaskan ajang ini akan semakin memberi ruang lepada para desainer muda untuk lebih berkarya. Selain itu membuka kesempatan kepada industri fashion tanah air untuk menggaet pasar lebih luas lagi.

“Bayangkan saja beberapa desainer muda yang baru mulai saja itu sudah produksi lebih dari 1.000 pieces,” jelasnya.

‘Nautica Archipelago’ diharapkan dapat mengangkat budaya dan tradisi lokal serta mempresentasikan identitas Indonesia melalui setiap rancangan desain fashion-nya. “Dengan demikian Indonesia akan semakin nyata mewujudkan cita-cita sebagai kiblat modest fashion dunia,” tegas Jeny.

Editor : Banu Adikara

Reporter : Marieska Harya Virdhani

IKLAN