GELOMBANG: Ribuan siswa yang akan tampil pada Festival Gandrung Sewu berlatih di Stadion Diponegoro kemarin (8/10). (Ramada Kusuma/RaBa)

JawaPos.com – Perhelatan akbar Festival Gandrung Sewu tinggal hitungan hari. Satu di antara tiga event ala Pemkab Banyuwangi yang masuk Best 10 Calendar of Event Wonderful Indonesia itu bakal digeber di Pantai Marina Boom, Sabtu mendatang (12/10).

Seribu lebih calon performer intens berlatih sejak sekitar sebulan terakhir. Setelah melakoni latihan di tingkat kecamatan, para penari asal seantero Bumi Blambangan itu menjalani latihan bersama yang dipusatkan di Stadion Diponegoro. Latihan tidak berlangsung selama satu atau dua jam saja. Setiap kali latihan bersama di tingkat kabupaten digeber, mereka bisa melahap waktu hingga enam jam.

Lelah? Iya. Peluh pun membasahi wajah-wajah para penari yang notabene merupakan pelajar tersebut. Namun, rasa senang dan bangga juga tersemat di hati sehingga mereka terus semangat berlatih. Setidaknya itu terbukti saat mereka berlatih di Stadion Diponegoro sore kemarin (8/10).

Salah satu penari Ketut Dian mengatakan, ini adalah kesempatan pertama bagi dirinya tampil di perhelatan Festival Gandrung Sewu. Perempuan berusia 13 tahun asal Dusun Glondong, Desa Watukebo, itu menyatakan bakal berusaha semaksimal mungkin untuk bisa menunjukkan kemampuan terbaiknya.

Karena itu, kata Dian, dirinya berusaha mengikuti latihan dengan sebaik-baiknya. Saat hendak berlatih di Banyuwangi, dia bersama rekan-rekannya sesama peserta asal Kecamatan Rogojampi berkumpul di kantor kecamatan pukul 13.00. Selanjutnya, mereka berangkat bersama menuju Kota Banyuwangi menunggang mobil. Selanjutnya, latihan digelar mulai pukul 15.00 sampai pukul 21.00. ”Biasanya saya baru sampai rumah lagi pukul 22.00,” ujarnya.

Dian mengaku, proses latihan yang digelar selama berjam-jam itu cukup melelahkan. Namun demikian, dia tetap merasa senang. ”Juga bangga bisa ikut Gandrung Sewu,” ujarnya.

Hal senada dilontarkan Mutiara. Siswa kelas 9 SMPN 2 Rogojampi ini mengaku sudah tiga sampai empat kali ini menjadi penari dalam perhelatan Festival Gandrung Sewu. ”Saya senang dan bangga bisa melestarikan kebudayaan Banyuwangi,” kata dia.

Sementara itu, Bupati Abdullah Azwar Anas menyampaikan apresiasi kepada para penari gandrung tersebut. ”Saya bangga dengan anak-anak hebat ini. Ini menjadi diplomasi budaya Banyuwangi. Anak-anak sudah diundang ke berbagai negara berkat gandrung,” kata dia.

Anas menambahkan, perhelatan Festival Gandrung Sewu menggelorakan rasa bangga anak-anak Banyuwangi terhadap kebudayaannya. Buktinya, tiga ribu lebih siswa mendaftar untuk bisa tampil event tersebut. ”Mereka berebut untuk ikut Gandrung Sewu. Namun yang diterima sekitar 1.400 anak,” pungkasnya.

(bw/sgt/als/JPR)

IKLAN