DISERAHKAN: Ketua Tim PKM Nuraini Lusi (dua dari kiri) menyerahkan mesin fish feeder kepada Tahta Khatulistiwa Desa Parijatah Kulon, Kecamatan Srono, kemarin. (NURAINI LUSI FOR JAWAPOS.COM)

SRONO, Jawa Pos Radar Genteng-Politeknik Negeri Banyuwangi (Poliwangi), terus melakukan inovasi teknologi tepat guna untuk usaha masyarakat. Kali ini, mengembangkan mesin fish feeder atau pemberi pakan ikan untuk para pembudidaya ikan.

Karya mesin fish feeder karya Poliwangi itu diserahkan kepada mmitra Tahta Khatulistiwa Desa Parijatah Kulon, Kecamatan Srono, kemarin. Mesin itu tercipta dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) yang dipimpin Nuraini Lusi S.Pd., M.T bersama dua dosen Poliwangi, Akhmad Afandi  S.Si., M.Si., dan Sari Wiji Utami S.P., M.M. “Mesin ini untuk memecahkan permasalahan yang sering dihadapi oleh mitra Poliwangi Tahta Khatulistiwa,” terang Nuraini Lusi S.Pd., M.T.

Kegiatan PKM yang dilaksanakan selama empat bulan tersebut, dimulai dengan melakukan survei dan interview. Itu untuk mendapatkan informasi dan mengidentifikasi permasalahan yang ada di mitra. “Ternyata mitra kita itu mengalami permasalahan tentang pemberian pakan yang masih konvensional, sehingga muncul ide meningkatkan produktivitas hasil panen ikan dengan memanfaatkan teknologi fish feeder berupa mesin pemberi pakan ikan yang dapat beroperasi secara otomatis,” katanya.

Tim PKM yang dibantu oleh dua mahasiswa Program Studi (Prodi) Teknik Mesin M. Ubaidillah dan Mulyono menciptakan mesin fish feeder. Mesin itu dirancang menggunakan kontrol otomatis dalam penggerakan motornya. Sehingga, waktu pelemparan pakan bisa diatur pada timer, karena pergerakannya dikontrol otomatis. “Mesin ini untuk pemberian pakan pada ikan, dan mengurangi penggunaan tenaga manusia. Mesin ini bisa teratur dan tepat waktu dalam memberi pakan,” ujarnya.

Mekanisme kerja dari mesin ini, dirancang dengan sederhana agar mudah dioperasikan oleh pengguna. Hanya dengan meletakkan pakan ikan pada wadah kerucut yang posisinya paling atas dengan kapasitas 30-40 kilogram, pakan akan jatuh ke bawah karena adanya gravitasi. “Pakan yang jatuh ini akan masuk dan mengisi impeller, dan impeller ini langsung terhubung dengan motor penggerak,” katanya.

Wadah pakan dibuat dengan material stainless steel. Penggunaan bahan plat steinless 0,8 mm dalam pembuatan mesin tersebut, memiliki banyak keuntungan di antaranya tahan korosi, kokoh dengan kekuatan tarik yang cukup besar, dan mudah untuk dibersihkan. “Mesin ini sangat efektif, terutama bagi para peternak ikan dengan kapasitas besar,” ungkapnya.

Pemilik usaha ikan Tahta Khatulistiwa Daniel Amrulloh menjelaskan kolamnya berukuran 10 meter kali 30 meter dengan kedalaman satu hingga dua meter. Kolamnya digunakan untuk budidaya ikan koi yang telah mencapai panjang lima hingga 10 centimeter. “Dengan mesin fish feeder bisa membantu dalam proses pemberian pakan, selama ini masih menggunakan cara manual dengan waktu pemberian pakan tiga hingga empat kali dalam sehari,” katanya.

Daniel berharap kegiatan ini akan terus berjalan untuk menyelesaikan masalah dan mengembangkan teknologi tepat guna dalam budidaya ikan. Terutama membuat pakan secara mandiri melalui mesin pencetak pakan sistem extruder. “Saya harap kegiatan ini bisa terus berjalan dan terus bisa menyelesaikan persoalan-persoalan lainnya yang dihadapi mitra,” harapnya. (*)

(bw/rio/ics/JPR)

IKLAN