DIDATA: Pengungsi Wamena asal Nguling didata di Rumah Singgah Bina Hati sebelum diantar pulang ke rumah, Minggu (6/10). (Istimewa)

NGULINGRadar Bromo – Sampai Senin (7/10) tercatat sudah ada 54 warga Kabupaten Pasuruan yang dipulangkan dari Wamena, Papua. Mereka dipulangkan lewat Bandara Abdurrahman Saleh Malang, Bandara Juanda Surabaya, dan Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

Akhwan Husein, Kasi perlindungan Sosial dan Korban Bencana Dinas Sosial Kabupaten Pasuruan mengatakan, pemulangan pengungsi asal Kabupaten Pasuruan terakhir pada 6 Oktober lalu di Bandara Juanda Surabaya dan Tanjung Perak Surabaya.

“Terakhir Minggu malam (6/10) dan untuk hari ini (kemarin) masih belum ada penjemputan lagi. Kami masih menunggu bila ada pemulangan pengungsi lagi,” terang Akhwan.

Dari catatan Dinsos setempat, pemulangan warga dari Wamena itu dilakukan bertahap. Untuk Pemulangan di Bandara Abdurrahman Saleh, Malang, berlangsung 3 kali. Yakni, pada tanggal 2, 3, dan 4 Oktober. Dari Malang ada sebanyak 35 pengungsi yang diangkut menggunakan pesawat Hercules. Warga Kabupaten Pasuruan yang dipulangkan ini semuanya berasal dari Nguling.

Sedangkan dari Bandara Juanda dipulangkan 2 kali. Yakni pada hari Sabtu (5/10) dan Minggu (6/10). Pada tanggal 5 Oktober ada sebanyak 12 orang dan pada 6 Oktober ada 1 orang.

“Untuk yang dari Bandara Juanda ini menggunakan pesawat komersial Lion Air. Dan ada 1 warga dari Kapasan, Nguling yang pulang dalam kondisi patah kaki kanan,” terangnya.

Warga yang luka ini dikatakan merupakan korban kerusuhan Wamena lalu. Saat pulang sudah didorong dengan kursi roda. Dari Dinas Sosial megupayakan agar ada bantuan perawatan, sehingga tetap bisa dirawat intensif setelah pulang di Nguling.

Sedangkan terakhir, pemulangan pengungsi dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Tercatat ada 6 warga Pasuruan yang dipulangkan setelah berlayar dengan KM Cermai selama seminggu.

“Dari jumlah tersebut, ada 5 warga Lekok dan 1 warga Nguling. Yang dari pelabuhan ini dari provinsi sendiri yang mengantar pulang sampai ke rumah mereka,” terangnya.

Data dari Dinsos Kabupaten Pasuruan, sementara memang hanya mendata warga Nguling yang tercatat merantau di Wamena. Saat ini tercatat ada 206 warga dari Nguling di Wamena. Sebagian di antaranya sudah ada yang pulang.

Namun, Dinsos Kabupaten Pasuruan tidak bisa memastikan apakah semua warga ini akan dipulangkan ke kampung halamannya. “Sampai saat ini belum ada kabar, apakah semua akan dipulangkan. Namun dari informasi, warga yang Wamena sementara ini masih bertahan di tempat pengungsian,” terangnya.

Namun, Dinsos sendiri akan menjemput pengungsi jika dikabarkan dari provinsi atau pusat ada yang dipulangkan baik dari jalur udara ataupun laut. Diharapkan kondisi warga yang dipulangkan dalam keadaan sehat. (eka/mie)

IKLAN