KRISIS AIR BERSIH: Seorang ibu rumah tangga di Dusun Krajankulon, Desa Jatirejo, Kecamatan Lumbang, menyedot sisa air dalam tandon dengan menggunakan selang. Sejak sepekan terakhir, air berasal dari sumber mata air di kawasan tersebut sudah tidak mengalir mengisi tandon-tandon desa setempat. (Mokhamad Zubaidillah/Radar Bromo)

BANGILRadar Bromo – Sampai minggu kedua bulan Oktober ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sudah melakukan asesmen kepada 2 desa yang mengajukan pengiriman air bersih. Sementara ini, 2 desa tersebut masih secara mandiri mengupayakan alokasi air untuk warganya.

Dua desa itu yakni Desa Palangsari, Kecamatan Puspo. Serta Desa Tambaksari, Kecamatan Purwodadi. Bakti Jati Permana, kepala BPBD Kabupaten Pasuruan mengatakan, pada akhir September lalu memang ada permintaan 2 desa di Kabupaten Pasuruan yang mengajukan permintaan pengiriman air bersih ke BPBD.

“Jadi setelah ada permintaan, kami lakukan asesmen. Dari pemantauan ini, nanti akan dilihat apakah daerah tersebut benar sudah masuk tahap bencana kekeringan apa tidak. Karena yang masuk desa bencana ini harus benar-benar kering dan tidak ada debit air,” terang Bakti.

Bakti menjelaskan, untuk Desa Palangsari, Kecamatan Puspo, setelah dipantau pipa yang kering ini lantaran ada sumbatan dari akar. Sehingga, setelah berkoordinasi dengan dinas terkait dan HIPPA, sumbatan itu pun dibersihkan. Setelah itu, debit air sudah bisa mengalir kembali.

“Sedangkan di desa satunya, yaitu Tambaksari, Purwodadi, debit air masih ada meskipun kecil. Sementara ini, masih dibantu dari CSR (corporate social responsibility) dan Dana Desa (DD) untuk ketersediaan air bersih. Nantinya penggunaan anggaran untuk air bisa diklaim ke BPBD. Ini, lantaran di sana hanya 1 dusun saja yang kesulitan air. Dan kebutuhannya masih sangat kecil sekitar 2 ribu liter air,” terangnya.

Dengan begitu, tercatat sampai kemarin masih 22 desa di 7 kecamatan yang mengalami kekeringan. Kecamatan tersebut adalah Kecamatan Lumbang (5 desa), Lekok (4 desa), Winongan (3 Desa), Pasrepan (5 desa), Gempol (3 desa), Grati (1 desa), dan Kejayan (1 desa).

Dari jumlah tersebut, tercatat ada 13 desa di 3 kecamatan yaitu Lumbang, Winongan, dan Pasrepan yang terus dikirimkan 3 rit atau 15 ribu liter per harinya. “Sedangkan desa lainnya sementara ini rutin 2 rit atau 10 ribu liter per harinya,” terangnya.

BPBD Kabupaten Pasuruan sendiri memprediksi bahwa pengiriman air akan berlangsung sampai Desember mendatang. Sedangkan dari BMKG sendiri memprediksi bahwa Oktober – November ini sudah mulai turun hujan.

“Namun, kami akan terus memantau. Selama permintaan air masih ada dan debit sumber belum normal, tetap akan kirim. Prediksi bulan Desember mendatang sudah normal,” jelasnya. (eka/mie)

IKLAN