DESTINASI WISATA BARU: PT PPI membangun floating ponton di Marina Boom. Dermaga ini sudah bisa disandari kapal yacht. (Ramada Kusuma/RaBa)

JawaPos.com – Pembangunan Marina Boom terus mengundang perhatian masyarakat. Setelah causeway iconic yang menjadi penghubung dengan Pulau Giliwangi, kini ada delapan floating ponton yang sudah siap untuk menampung kapal-kapal pesiar privat.

Floating ponton yang berada di sisi utara Pulau Giliwangi ini dibangun dengan bentuk yang cukup unik. Sekilas, arsitekturnya mirip dengan cakar yang terapung di atas kolam. Ada roda di beberapa sisi dermaga floating ponton yang menempel di tiang pancang. Model konstruksi ini memungkinkan dermaga bisa mengapung lebih tinggi menyesuaikan dengan tinggi rendahnya air laut.

Manajer Area Bisnis PT PPI Nuri Ilma Septanti menjelaskan, dermaga floating ponton sudah bisa dioperasikan. Beberapa waktu lalu sudah ada kapal yacht pribadi yang bersandar. Belakangan, karena adanya ombak yang terus-menerus menghantam bagian ujung kolam, maka terjadi sedimentasi.

Saat ini PPI masih melakukan pengerukan agar dermaga tersebut bisa kembali digunakan. ”Yang sudah siap operasi ada delapan floating ponton. Di depan gedung nabati untuk umum. Ada 75 dermaga ponton yang dibangun di sana,” ujar wanita yang akrab disapa Tanti itu.

Floating ponton di Pulau Giliwangi tersebut nantinya akan dibangun sampai 30 unit. Fungsinya untuk mengakomodasi pemilik yacht yang ingin langsung beristirahat di resort-resort privat yang disediakan di Pulau Giliwangi. ”Sampai sekarang pembangunan di Pulau Giliwangi masih berjalan. Kami  masih terbuka untuk investor yang ingin membangun,” imbuhnya.

Kapan seluruh ponton ditargetkan tuntas? Tanti mengatakan, kemungkinan akan dibarengkan dengan agenda kementerian atau Banyuwangi Sail Yacht yang sempat tertunda pelaksanaanya. ”Sail Yacht pernah diagendakan dua tahun lalu, tapi waktu itu kita belum siap. Kalau tahun depan kita sudah siap,” pungkasnya.

(bw/fre/als/JPR)

IKLAN