Senjata airshoft gun yang digunakan pelaku Roland diamankan polisi. (Istimewa)

DENPASAR – Lagi – lagi minuman keras alias miras menjadi pemicu keributan dan aksi anarkis. Seperti yang dilakukan Roland Mone Sau, 26.

Pria bertato asal Kefamenanu Tengah, Nusa Tenggara Timur (NTT) ini tega menembak teman sendiri menggunakan

senjata airshoft gun saat berada di Banjar Dagelan, Pekan Delelan, Jalan Kertapura III Blok B, Denpasar, Senin (7/10) kemarin.

Akibat kejadian tersebut, Hironimus O. Nesi Naiheli, 28, asal Kefamenanu Tengah, NTT ini mengalami luka tembakan dibagian paha kanan bagian dalam.

Kini Hironimus masih menjalani operasi di RSUP Sanglah Denpasar untuk mengeluarkan peluru yang bersarang di bagian paha.

Menurut kakak sepupu korban, Fredirikus Painneon, 35, kejadian berlangsung cepat sesaat setelah dia tiba di Bali.

“Saya baru sampai dari kampung. Tiba di Bali pagi tadi (kemarin), dan baru buka dus untuk mengambil oleh-oleh untuk dibagi-bagi kepada teman-teman (tetangga kos),” beber Frederikus.

Saat kejadian, dia berada dalam kamar kos nomor 12 B. Ia mendengar bunyi mobil resing berhenti dan parkir di depan kos sekitar pukul 10.00.

Setelah dipastikan, ternyata Roland membawa mobilnya merek Daihatsu Feroza warna biru abu-abu, bertuliskan Comando bernopol DK 816 JO.

“Dari dalam kamar, saya lihat Roland melangkah dari depan kos dan ke halaman kos. Ia lalu disambut adik aku,

ternyata kresek yang ditenteng Roland berisi bir 6 botol. Ia dan adik (korban) melangsungkan pesta minum di halaman kos,” bebernya.

Tak berselang lama keduanya pesta minuman keras. Roland lantas meminjam motor milik Valen yang merupakan tetangga kos di lokasi kejadian untuk menjemput istrinya yang ditinggal sendirian di kos di kawasan Jalan Kertapura IV.

Roland lalu kembali ke TKP bersama istrinya sekitar pukul 13.30. Saat itu, ia kembali membawa bir sekitar 6 botol.

“Mereka langsung minum lagi. Saat itu saya berada di dalam kamar, tiba-tiba mendengar bunyi tembakan di gang depan kos sekitar pukul 14.00,” kata Fredirikus.

Mendengar bunyi tembakan itu, Fredirikus Painneon keluar dan mengecek, ternyata adiknya ditembak oleh teman yang sama-sama asal dari Kefamenanu, NTT ini.

“Kami sama-sama saling kenal karena kami sama-sama dari Kefamenanu. Melihat Ronald pegang senjata, saya lalu mengambil batu dan membuat gerakan layak melempar.

Dia pun terlihat ketakutan. Saya melemparkan batu itu ke arah tangan hingga pistolnya terlepas dari genggaman.

Setelah itu saya memukulnya hingga dia terjatuh, tujuannya agar dia tidak melakukan perlawanan,” bebernya.

Senjata milik Rorald diambil lalu disembunyikan di dalam kamarnya kamar nomor 12. Itu dilakukan agar tidak terjadi aksi perampasan senjata.

Setelah itu, dia meminta warga setempat menghubungi kepolisian untuk mengamankan pelaku dan barang bukti.

Sebab sang adik harus dibawa ke rumah sakit untuk operasi mengeluarkan peluru yang masih tertancap di paha bagian dalam.

“Ya Hironimus O. Nesi Naiheli adik saya ini kos di sini juga. Kini pelaku sudah dibawa ke Polsek Denbar. Dan korban berada di RS Sanglah,” timpalnya.

(rb/dre/mus/JPR)

IKLAN