DESTINASI NASIONAL: Gapura Taman Bromo Tengger Semeru di lautan pasir Bromo. Pemerintah pusat memasukkan Bromo menjadi destinasi wisata nasional. (Foto: Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

TOSARIRadar Bromo– Rencana pemerintah pusat untuk pengembangan wisata di 10 top destinasi wisata unggulan makin dimatangkan. Tahun depan pusat akan mulai menata masterplan di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Tak terkecuali di Kabupaten Pasuruan. Tahun depan masterplan untuk pengembangan TNBTS diusulkan hingga Rp 370 miliar.

Hal tersebut diungkapkan Agung Maryono, kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Pasuruan. Melalui Alfan Sumarna, kasi Pengembangan SDM dan Usaha Jasa Pariwisata, akhir September lalu daerah yang masuk pengembangan TNBTS diundang ke Jakarta oleh Kementerian Pekerjaan Umum.

“Jadi, tahun 2020 nanti ada 3 top unggulan destinasi yang akan dibuat masterplan. Tujuannya, agar masterplan yang dibuat bisa optimal dan tidak tumpang tindih dengan pembangunan lainnya,” terangnya.

Hal ini sudah termasuk program pemerintah pusat dalam Intagrated Tourism Masterplan (ITMP). Untuk tahun 2020, ada 3 wisata yang akan dikembangkan yaitu TNBTS, Wakatobi, dan Labuan Bajo. Sedangkan untuk TNBTS, daerah pengembangan wisata sekitar yang diundang adalah Kabupaten Pasuruan, Malang, Lumajang, Probolinggo, dan Kota Batu.

INDAH: Taman Edelweiss di Desa Wonokitri, Tosari, Kabupaten Pasuruan yang mulai sering dikunjungi wisatawan. Kabupaten Pasuruan mengusulkan anggaran Rp 370 miliar untuk rencana pengembangan destinasi di TNBTS. (Foto: Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

Selain membangun infratruktur, untuk mendukung TNBTS, juga ada pengembangan agro di sekitar Bromo. Seperti di Kabupaten Pasuruan yang kaya potensi, maka yang dikembangkan dari agropolitan, minapolitan, agroindustri, sampai agroforesty.

 

 

“Untuk agropolitan ini seperti di wisata apel di Nongkojajar. Ada juga minapolitan untuk pengembangan kawasan perikanan. Dan agroindustri seperti hasil pertanian, agroforesty, dan hasil-hasil hutan,” terangnya.

Untuk pengembangan wisata alam agro di atas, di sekitar kawasan TNBTS diusulkan mencapai Rp 640 miliar. Dimana untuk Kabupaten Pasuruan cukup tinggi dengan usulan mencapai Rp 370 miliar.

“Usulan pengembangan di Kabupaten Pasuruan sendiri mencapai Rp 370 miliar. Jumlahnya besar lantaran potensi cukup tinggi dan memang sangat mendukung wisata alam sekitar Bromo,” terangnya.

Dari usulan di atas, nantinya pemerintah pusat masih akan membuat masterplan di tahun 2020. Kemungkinan pengembangan sendiri akan dimulai tahun 2020/2021 mendatang.

Disparbud Kabupaten Pasuruan sendiri berharap pengembangan tersebut bisa mendukung pariwisata di Kabupaten Pasuruan. Dengan demikian, diharapkan juga meningkatkan ekonomi masyarakat di sekitar sektor wisata. (eka/fun)

IKLAN