GP menunjukan postingannya yang mengubah nama Pancasila menjadi Pancagila, Kamis (3/10). (Humas Polda for eQuator.co.id/Prokal/JPG)

JawaPos.com – GP harus berurusan dengan aparat kepolisian. Warga Desa Wajok Hilir, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat (Kalbar) ini nekat mengubah tulisan Pancasila menjadi Pancagila, kemudian di-posting ke media sosial.

Tak ayal, GP pun menjadi buruan Tim Siber Polda Kalbar sebagai terduga tindak pidana ITE dengan melakukan penghinaan terhadap lambang negara Indonesia. Rakyat Kalbar (Jawa Pos Group) melaporkan, GP dibekuk tanpa perlawanan di kediamannya, Rabu (2/10) lalu.

Terungkapnya kasus ini berawal dari patroli media sosial yang dilakukan tim Subdit 5 Direktorat Reskrimsus atau Subdit Siber Crime Polda Kalbar. Dari patroli itu, petugas mendapati sebuah akun yang mengunggah Pancasila diubah menjadi Pancagila. Termasuk mengubah kalimat atau bunyi kelima Pancasila.

“Untuk mengamankan pelaku, tim berkordinasi dengan Polsek Siantan,” kata Direktur Reserse Kriminal Khusus Kombes Pol Mahyudi Nazriansyah.

Usai ditangkap, Pemuda 24 tahun itu langsung diperiksa kepolisian. Rencananya Subdit Siber Crime Polda Kalbar juga akan berkoordinasi dengan ahli bahasa dan pidana. “GP terancam dikenakan pasal Tindak Pidana ITE,” tegas Mahyudi.

Editor : Fadhil Al Birra

IKLAN