Dubes – Walikota Korea Siap Hadir

Jember Tuan Rumah Festival HAM

DIAPRESIASI POSITIF: Walikota Gwangju Metropolitan City, Lee Yong Sup saat bertemu langsung Bupati Jember dr Hj Faida MMR di Korea.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Jember akan menjadi tuan rumah dalam Festival HAM yang rencananya dilaksanakan 19-21 November 2019 mendatang. Beberapa kepala daerah di Indonesia dan peserta dari negara lain juga sudah menyatakan akan hadir dalam ajang Festival HAM di Jember. Selain Duta Besar (Dubes) Indonesia di Korea Umar Hadi yang akan hadir, Walikota Semarang Hendrar Prihadi, serta beberapa peserta dari negara lain juga menyatakan siap mengikuti ajang bergengsi tersebut. Belum lagi, aktivis NGO serta kepala daerah lain yang menyatakan ikut ajang bergengsi ini.

Dubes Indonesia untuk Korea Selatan, Umar Hadi menjelaskan, saat mendengarkan paparan Bupati Jember dr Hj Faida MMR dalam ajang The World Human Right Cities Forum (WHRCF) di Korea, dirinya sangat tertarik dengan apa yang telah dilakukan Jember.

“Saya sangat senang dengan persentasi Bupati Faida, terutama dalam mencetak pemimpin-pemimpin hebat. Saya tahu betul bagaimana susahnya merubah paradigma anak buah sebagai pelayan masyarakat yang baik,” ujarnya.

Menurut Umar Hadi, pemimpin hebat harus berani melawan arus dan harus siap tidak populer di mata beberapa pihak. Terlebih jika dikaitkan dengan kepentingan politik. Terutama terkait pemenuhan hak-hak kelompok minoritas yang harus juga menjadi perhatian serius. Jika memikirkan urusan politik, kata dia, biasanya pikirannya kepala daerah kenapa harus mengurusi kelompok minoritas yang tidak ada suaranya.

“Tetapi bagi pemimpin hebat akan berpikiran lain. Pemimpin hebat tidak hanya berpikir suara, tetapi melayani dan mencetak pemimpin-pemimpin baru yang hebat secara berkelanjutan,” ujarnya. Pihaknya yakin, nantinya akan muncul pemimpin-pemimpin hebat dari daerah.M

Masih menurut Umar Hadi, tantangan terberat dari pemimpin adalah bagaimana bisa menciptakan dan memotivasi pemimpin-pemimpin baru, sehingga ide-ide baik dan besar bisa berkelanjutan.

Maka dari itulah, melihat apa yang telah dilakukan Bupati Jember, pihaknya menyatakan akan hadir dalam Festival HAM yang akan digelar di Jember November nanti. “Saya akan hadir dan menunggu undangannya,” ujarnya.

Hal senada juga diungkapkan Walikota Gwangju Metropolitan City, Lee Yong Sup saat bertemu langsung dengan Bupati Jember dr Faida. Pihaknya juga akan hadir dalam Festival HAM di Jember.

Tidak jauh beda diungkapkan Fadhel Moussa, Walikota Municipality of Ariana (Tunisia) yang juga hadir dalam Forum HAM di Korea. Fadhel juga mengapresisi langkah Bupati Jember dr Faida yang telah mengimplementasikan prinsip-prinsip HAM yang dikolaborasikan dengan target pencapaian SDGs. Untuk itu, pihaknya akan hadir dalam Festival HAM di Jember guna menimba pengalaman dan sharing pemenuhan HAM di Jember melalui program-program yang telah dilakukan.

Bernadia Candra Dewi, Sekjen USLG ASPAC (Asia Pasific) juga mengungkapkan hal yang sama. Dikatakan, setelah mendengar paparan Bupati Jember dr Faida, banyak peserta yang tertarik untuk hadir dalam Festival HAM di Jember.

“Jember telah mengoneksikan Human Right (HAM) dengan target SDGs, sehingga bisa membuka wawasan peserta dari pemerintah daerah. Tidak hanya di Indonesia, tetapi juga pemerintah daerah Se-Asia Pasific,” paparnya.

Sementara itu, Bupati Jember dr Hj Faida MMR menjelaskan, implementasi pemenuhan HAM dimulai dari visi pemimpin. Untuk itulah, sejak tahun 2016, Pemkab Jember bekerjasama dengan Komnas HAM melatih para pejabat bersama NGO, dan aktivis masyarakat dalam kelas yang sama. Tujuannya agar ada pemahaman sama dalam pemenuhan hak asasi manusia.

“Mereka tidak lagi hanya sekadar menjalankan program, tetapi mereka berpikir dalam program tersebut ada hak-hak masyarakat yang perlu dipenuhi. Pelaksanaan progam sarananya. Intinya adalah menyelesaikan dan melayani hak-hak masyarakat,” ujarnya.

Dalam ajang ajang The World Human Right Cities Forum (WHRCF), Faida juga menyampaikan, pemenuhan hak asasi manusia harus dipenuhi secara bekelanjutan. Untuk menjamin hal itu, diatur dalam regulasi, tidak hanya dalam bentuk Perbup tapi juga dalam bentuk Perda.

“Perda ini akan mengamankan hak-hak warga agar terus terpenuhi,” tambahnya.

Menurut Faida, Jember untuk menuju kota peduli HAM, tidak perlu menunggu menjadi sempurna. “Tetapi dimulai dari program-program pemerintah dengan kesadaran bahwa di dalamnya ada hak-hak masyarakat,” ujarnya. (*/kl)

IKLAN

Reporter :

Fotografer :

Editor :