Buruh Angkut Kayu Tewas Tertembus Peluru

OLAH TKP: Tim Inafis dan Satreskrim Polres Jember menggelar olah TKP di lokasi penembakan pelaku pencurian kayu di Blok Donglo, Resor Wonoasri, Wilayah 2 Ambulu, yang secara administratif masuk Kecamatan Tempurejo.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Perlawanan Aries Samba, warga Dusun Krajan 1, Desa Andongrejo, Tempurejo, berakhir tragis. Pemuda 37 tahun ini tewas tertembus peluru karena menyerang petugas Taman Nasional Meru Betiri (TNMB) yang sedang melakukan patroli di kawasan konservasi itu. Persisnya, di Blok Donglo, Resor Wonoasri, Wilayah 2 Ambulu, yang secara administratif masuk Kecamatan Tempurejo, kemarin (3/10) pagi, sekitar pukul 06.00.

Sebelum petugas mengeluarkan tembakan, Aries diketahui sedang mengangkut kayu dari dalam kawasan TNMB. Kala itu, pelaku bersama dua temannya, tepergok sedang mengangkut kayu jarahan dari wilayah hutan TNMB menggunakan motor. Sepuluh petugas TNMB yang melihat, berusaha menghentikan mereka. Namun upaya itu disambut reaksi berlebihan oleh pelaku.

Saat petugas mendekati, tiba-tiba korban melawan dan menyerang menggunakan parang. Karena terancan, salah seorang petugas menembak pelaku. Peluru senapan itu merobohkan pelaku. Dia tersungkur ke jurang setelah tembakan tersebut mengenai bawah ketiaknya. Sedangkan dua orang temannya, kabur meninggalkan Aries yang tergeletak di jurang.

Semula, petugas mengira pelaku ini terjatuh dan pingsan. Mereka kemudian mengangkat tubuh pelaku dan membawa ke puskesmas terdekat. Ternyata, saat dibonceng motor, bagian tubuh korban terus mengeluarkan darah. Selanjutnya dia dilarikan ke Puskesmas Andongsari, Ambulu, untuk mendapat perawatan medis. Namun nyawa pelaku tak tertolong, dia dinyatakan meninggal.

Menurut informasi, Aries bukanlah otak dalam kasus pencurian kayu tersebut. Dia hanya seorang buruh angkut. Dalam satu batang kayu yang diangkut, Aries cuma mendapat ongkos Rp100 ribu per batang. Sehingga, dalam sekali beroperasi dia mendapat ongkos Rp 200 ribu. Upah yang diterima memang terbilang besar bagi sekelas buruh angkut. Ini karena akses jalan dari lokasi pembalakan kayu mendannya cukup sulit. Selain naik turun jurang, jalannya juga berdebu.

Saat ini, perakara tersebut telah ditanganai Polres Jember. Bahkan, Tim Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (Inafis) Polres Jember, bersama Satreskrim turun ke lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Petugas bakal menggelar identifikasi atas kasus yang menewaskan Aries.

Menurut Kapolres Jember AKBP Alfian Nurrizal, kasus penembakan itu terjadi di kawasan hutan TNMB. Awalnya, kata dia, petugas TNMB melakukan patroli di kawasan hutan tersebut. “Memang saat itu ada petugas yang membawa senjata api,” ungkap Alfian kepada Jawa Pos Radar Jember, melalui sambungan telepon, kemarin.

Selanjutnya, petugas memergoki dua orang yang diduga melakukan pencurian kayu di lahan tersebut. Dua orang ini membawa motor dan masing-masing mengangkut dua batang kayu balok hutan. Salah satunya adalah korban yang terkena tembakan. Kemudian, petugas meminta keduanya berhenti. Namun, mereka lari dan meninggalkan motor beserta kayu hasil jarahan itu.

Petugas TNMB melakukan pengejaran. Namun pelaku yang juga korban, Aris Samba justru melawan. Dia menyerang petugas bernama Safrudin menggunakan sebilah golok. “Selanjutnya petugas TNMB bernama Dodik, mengeluarkan tembakan peringatan sebanyak dua kali. Namun tidak dihiraukan,” ungkap Alfian.

Dodik lantas mengarahkan tembakannya ke tangan korban yang memegang parang. Namun fatal, tembakannya justru mengenai bawah ketiak sebelah kanan. Pelaku yang tertembak jatuh dan terperosok ke jurang. Dia kemudian dilarikan ke Puskesmas Andongsari. “Namun saat tiba di puskesmas, yang bersangkutan diketahui sudah meninggal dunia,” jelas mantan Kapolres Probolinggo Kota ini.

Sejauh ini, lanjut Alfian, pihaknya masih meminta keterangan sepihak dari petugas TNMB. Kata dia, teman korban yang melarikan diri ini merupakan saksi mahkota, karena dianggap tahu ikhwal peristiwa itu. “Kami masih melakukan pencarian, karena sangat dibutuhkan kesaksiannya,” kata Alfian.

Polisi juga terus menyelidiki kasus penembakan tersebut, apakah sesuai dengan prosedur atau tidak. Guna kepentingan, aparat telah menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya dua pucuk senjata api jenis PM1 A1, dua magazine berisi 4 amunisi dan 6 amunisi dari tangan petugas TNMB, serta parang, kayu yang diduga hasil pembalakan, serta motor yang digunakan korban.

Alfian menegaskan, saat peristiwa penembakan terjadi, tidak ada petugas dari unsur kepolisian. Karena patroli yang dilakukan semua personelnya adalah polisi hutan dari TNMB. Kendati demikian, Kapolres memastikan bahwa status senjata api petugas tersebut legal alias ada izinnya. “Untuk itu saya menekankan kepada TNMB supaya kalau menggelar patroli juga melibatkan anggota kami,” pungkasnya.

baca Pasca Penembakan, Kapolres Datangi Rumah Duka

IKLAN

Reporter : Jumai

Fotografer : Jumai

Editor : Mahrus Sholih