Mendiang Gusti Putu Hendra Wahyudi, atlet rugby saat membela Buleleng di Porprov Bali Tabanan beberapa waktu lalu. (Istimewa)

SINGARAJA – Atlet rugby Kabupaten Buleleng, Gusti Putu Hendra Wahyudi, tewas setelah terlibat kecelakaan lalu lintas pagi kemarin (3/10).

Korban yang saat ini masih tercatat sebagai siswa di SMA Lab Undiksha Singaraja itu, menabrak sebuah pohon perindang hingga mengalami cedera serius.

Kecelakaan itu dilaporkan terjadi di Jalan Mayor Metra, sekitar pukul 06.30 pagi kemarin. Kematian almarhum akibat kecelakaan membuat pengurus Persatuan Rugby Union Indonesia (PRUI) Buleleng terkejut.

Terlebih korban Hendra Wahyudi sempat memperkuat tim rugby Buleleng pada Porprov Bali 2019 lalu, hingga mengantarkan tim rugby meraih medali emas.

Ketua Umum PRUI Buleleng Wayan Artanayasa mengatakan, korban sering memperkuat tim inti. Saat Sirkuit Rugby 2019 di Gianyar, ia juga dipasang di tim inti.

Saat itu tim rugby Buleleng harus puas meraih posisi runner up. “Kami sangat terkejut dapat informasi itu tadi pagi.

Padahal semalam di grup WA, Hendra masih sempat bercanda. Dia ini memang polos anaknya, tidak banyak bicara,” kata Artanayasa.

Menurutnya, mendiang Hendra Wahyudi sudah bergabung dengan tim rugby Buleleng sejak beberapa tahun lalu.

Artanayasa pun sama sekali tak mendapat firasat apapun terkait kepergian salah satu atlet andalannya itu.

“Kenangan terakhir, waktu Porprov itu dia sempat minta difoto sendiri di hotel. Katanya biar ganteng, minta tolong diambil satu frame saja. Waktu itu dia pakai seragam kontingen lengkap.

Biasanya dia kalau berfoto itu sama teman-temannya. Kami dari PRUI Buleleng sangat merasa kehilangan dan terpukul atas kejadian ini,” papar Artanayasa.

Insiden yang menewaskan korban berawal saat korban Hendra Wahyudi, 18, melaju dari arah Sukasada hendak menuju Kota Singaraja.

Korban yang diketahui beralamat di Desa Sanggalangit, Kecamatan Gerokgak itu, tengah mengendarai sepeda motor DK 4694 UAT miliknya.

Saat melintas di lokasi kejadian, korban diduga hendak mendahului sepeda motor di depannya, dari lajur kiri.

Karena melaju dengan kecepatan tinggi, korban kesulitan mengendalikan kendaraannya. Hingga korban menghantam sebuah pohon perindang.

Petugas Dinas Perhubungan yang tengah mengatur lalu lintas di simpang Catus Pata Buleleng, mendatangi lokasi dan langsung mengevakuasi korban ke RSUD Buleleng.

Korban sempat mendapatkan perawatan selama beberapa lama di RSUD Buleleng. Namun nyawa korban tak berhasil diselamatkan, karena mengalami cedera kepala berat.

Kasatlantas Polres Buleleng AKP Citra Fatwa Rahmadani mengatakan, polisi masih melakukan penyelidikan terhadap peristiwa tersebut.

“Berdasar keterangan saksi-saksi dan olah TKP, memang ada dugaan out of control dari pengendara. Tapi kami akan pastikan lagi, setelah melakukan investigasi terhadap kendaraan,” katanya.

(rb/eps/mus/JPR)

IKLAN