TKP: Kanitreskrim Polsek Cluring Iptu Edi Jaka Supaat (kiri) bersama anggota melihat lokasi yang diduga tempat mesum di wisata Djawatan, Desa Benculuk, Kecamatan Cluring, Selasa (1/10) (Polsek Cluring For RaBa)

JawaPos.com – Video pasangan remaja yang digerebek warga karena berbuat mesum di lokasi wisata De Djawatan, Desa Benculuk, Kecamatan Cluring, ternyata membuat repot anggota polsek setempat.

Kanitreskrim Polsek Cluring Iptu Edi Jaka Supaat bersama anggotanya, mendatangi lokasi yang diduga digunakan pasangan remaja berbuat tidak senonoh itu, kemarin (1/10). Lokasi itu berada di warung sebelah barat yang dikelola Ernawati, 42, warga Dusun Krajan, Desa Benculuk, Kecamatan Cluring.

Polisi memeriksa pemilik warung itu. Dari hasil keterangan sejumlah saksi, identitas pasangan remaja itu akhirnya berhasil dilacak. “Sedikit demi sedikit, identitas pelaku akhirnya kita ketahui,” terang Kanit Reskrim Polsek Cluring Iptu Edi Jaka Supaat.

Dari keterangan sejumlah saksi, jelas dia, pelaku itu untuk yang putra berinisial MA, 19, warga Dusun Kebonsari, Desa Benculuk, Kecamatan Cluring. Sedang pasangan perempuannya berinisial X yang masih di bawah umur asal Dusun Pekulo, Desa Kepundungan, Kecamatan Srono. “Kita selidiki terus,” katanya.

Video mesum dengan durasi 6,13 menit itu, kini beredar luas di media sosial. Dalam film singkat itu pasangan remaja sedang bercumbu di warung milik Ernawati yang ada di wisata De Djawatan Benculuk. Kejadian itu, terjadi pada Sabtu malam (28/9) sekitar pukul 22.30. Saat kejadian, pemilik warung berada di warung. “Pemilik warung mendengar suara aneh, lalu mengintip dan keluar,” ungkapnya.

Saat dilihat, jelas dia, ternyata pasangan remaja itu sedang berhubungan badan di warung lesehannya. Akhirnya, pemilik warung menghubungi warga dan menggerebek. “Saat digerebek, sudah selesai melakukan dan celana belum dipakai,” terangnya.

Setelah digerebek oleh warga, pasangan itu sempat dibawa ke rumah ketua RW 1, Budianto, untuk selanjutnya dilaporkan ke polisi. “Sebelum dilaporkan diajak ketemu warga dan ketua RW,” terangnya.

Dalam pertemuan yang berlangsung sekitar pukul 24.00. Pasangan mesum itu diminta membayar sebesar Rp 400 ribu kepada pemuda yang melakukan penggrebekan. Setelah pertemuan, permasalahan itu dianggap selesai. “Permasalahan diselesaikan warga,” tuturnya.

Setelah kejadian itu, MA sejak Minggu (29/9) kabur dan menghilang. Itu diduga karena malu dengan videonya yang sudah tersebar. “Kita masih mendalami siapa yang merekam dan menyebarkan video mesum tersebut, dan mencari keberadaan MA yang kabur dari rumahnya,” ungkapnya.

(bw/rio/als/JPR)

IKLAN