MINTA TRANSPARAN: Fortran saat audiensi di ruang kerja Sekda Kabupaten Pasuruan terkait transparansi anggaran, Selasa (1/10). (Erri Kartika/Radar Bromo)

BANGILRadar Bromo – Senin (30/9), sejumlah aktivis yang tergabung dalam Forum Rakyat untuk Transparansi Anggaran (Fortran) melurug DPRD Kabupaten Pasuruan. Nah, Selasa (1/10) giliran kantor Pemkab Pasuruan jadi jujukan.

Tuntutannya sama, meminta agar Pemkab Pasuruan bisa melakukan transparansi penggunaan anggaran di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Mereka ditemui Sekretaris Daerah (Sekda) Agus Sutiadji. Dalam audiensi tersebut, Fortran juga meminta agar Pemkab Pasuruan bisa transparan dan membuka semua anggaran ke publik.

“Jika hari ini kita ke Pemkab Pasuruan, tujuannya sama meminta ada transparansi anggaran termasuk anggaran ke OPD dan dipakai untuk kegiatan apa saja,” terangnya.

Dikatakan bahwa tidak hanya LSM, seharusnya warga masyarakat individu berhak meminta anggaran yang digunakan eksekutif. Hal tersebut sesuai dengan UU Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.

“Jadi, kami ingin semua transparan. Termasuk pemkab harus melengkapi hal tersebut di website-nya. Sebab, pasti kalau dicetak, cukup banyak. Sehingga, lebih baik di-upload di website resmi,” terangnya.

Sementara itu, Agus Sutiadji, sekda Kabupaten Pasuruan memastikan bahwa transparansi anggaran sudah dilakukan. “Mestinya memang transparansi anggaran di website itu ada dan memang masyarakat berhak tahu. Bisa dilihat di website resmi Pemkab Pasuruan,” terangnya.

Namun saat ini website pemkab belum lengkap. Agus memastikan akan memperbaiki dan meng-update lagi agar dinas-dinas yang berkaitan bisa mengisi untuk transparansi anggaran di Pemkab Pasuruan. (eka/mie)

IKLAN