Zyco, Pembuat Arena Crush Gear Pertama di Indonesia

Sebulan Bisa Produksi 50 Papan, Dipasarkan secara Daring

BUATAN JEMBER: Zyco Habibie El Moslem memamerkan papan arena crush gear buatannya yang diberi nama Zarena.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Zyco Habibie El Moslem merupakan pencetus papan arena mainan crush gear di Indonesia. Sejak 2014 hingga sekarang, dia sudah memproduksi ratusan arena crush gear. Bahkan, sudah dijual sampai mancanegara. Seperti apa kisahnya?

MUCHAMMAD AINUL BUDI, Kebonsari, Jember

Zyco Habibie El Moslem terlihat sibuk menata Zarena, sebuah papan bermain yang menjadi palagan adu jago mobil-mobilan berukuran kecil. Arena yang berukuran sekitar 50×50 sentimeter itu berbentuk oval dan bergambar atraktif penuh warna. Pembuatan papan bermain crush gear (CG) inilah yang selama ini ditekuni pria yang karib disapa Zyco tersebut. Bahkan, sampai menginspirasi nama anaknya, yang diberi nama serupa, Zarena.
CG merupakan permainan menggunakan mobil mini serupa Tamiya. Tapi bukan dimainkan dengan cara adu cepat, melainkan saling serang. Papan arena itu menjadi palagan CG. Jadi, mobil siapa yang keluar arena saat adu tubruk atau yang rusak, maka dinyatakan kalah. Permainan ini terinspirasi dari judul serial anime dan manga yang diproduksi Sunrise. Filmnya pertama kali disiarkan di Jepang oleh jaringan televisi Animax sejak 7 Oktober 2001.

Produksi Zarena ini terbilang cukup banyak. Dalam sepekan, orderan papan arena CG bisa mencapai empat pesanan. Bahkan, Zyco juga pernah memproduksi 50 arena CG dalam kurun waktu sebulan, dan terjual semua. Pemesananannya pun hanya melalui daring (online) saja. Yakni memanfaatkan media sosial dan forum jual beli daring.

“Pemesanan di online sekarang ditangani langsung istri saya. Kalau dulu sempat saya handle. Tapi lama-kelamaan kok agak kewalahan,” ucap pria asli Jember ini.

Rupanya, kegemaran menggeluti produksi Zarena diawali pada 2014 lalu. Saat dia mendirikan komunitas Jember Independent Crush Gear Community (Jerico). Sebuah komunitas bagi pecinta mainan CG di Jember. Sejak itulah, dia juga punya niatan memproduksi papan arena CG. Sebab, sebelumnya arena yang dijadikan tempat bertanding mainan CG ini hanya dari plastik yang mudah rusak.

“Saya berinisiatif membuat sendiri arenanya. Awalnya tidak woro-woro ke teman-teman. Langsung buat saja. Akhirnya, coba dibuat main kok enak. Ya langsung buat lagi saja,” papar pria lulusan D-3 Akademi Akupunktur Surabaya ini.

Bentuk promosi awal Zyco cukup membawa papan arena buatannya itu di setiap kali ikut turnamen tingkat regional Jawa Timur, bahkan nasional. Tahun 2014 itu, dirinya ikut turnamen di Surabaya. Nah, momen itu juga dijadikannya sebagai ajang promosi.

“Saya sekalian membawa papan arena untuk dikenalkan ke semua pecinta CG,” kenangnya.

Setelah dari Surabaya, misinya berlanjut. Dia memperkenalkan satu papan arena baru di setiap gathering nasional (gatnas). Selanjutnya, pada 2015 saat gatnas pertama di Kota Malang, dirinya belum memperjualbelikan, tapi masih dalam penjajakan dulu. Barulah pada gatnas kedua 2016 di Magelang, dia me-launching papan arena khusus CG yang bernama Zarena itu.

Antusiasme pecinta CG membuat semangat Zyco bertambah. Berlanjut pada gatnas 2017 di Bogor, dan gatnas keempat tahun lalu di Bandung, suami Ade Hafidzah Permatasari ini terus mengenalkan papan produksinya tersebut, hingga terkenal seperti sekarang. Menurut Zyco, papan itu dia beri nama Zarena, artinya anak emas.

“Dicarikan artinya, ternyata bagus. Akhirnya putri pertama saya, saya beri nama Zarena Az Zahra,” jelasnya, sembari tersenyum.

Rupanya, peminat papan arena Zahrena ini cukup banyak. Apalagi, Zyco terbilang satu-satunya pembuat arena CG yang sudah recommended di dunia CG Indonesia. Bahkan luar negeri. Dia mengaku, rata-rata komunitas regional CG di Indonesia, pesan arena produksinya. Kebanyakan pembeli untuk dibuat sendiri atau bermain bersama komunitasnya.

Pada 2016 lalu, ada pembeli asal Malaysia yang order via daring. Dia membeli 12 papan sekaligus. Namun, ternyata pembelian itu untuk ditiru atau diplagiat. Zyco mengaku, di negeri jiran itu peminat mainan CG cukup tinggi. “Pertama kali yang order dari luar negeri dari Amerika tahun 2014. Saya jual dengan harga Rp 3 juta malah dibilang murah,” jelasnya.

Papan arena pertama kali yang dia jual dipatok dengan harga Rp 275 ribu. Beratnya mencapai 6 kg. Namun, Zyco menganggap 6 kg itu terlalu berat. Akhirnya, beratnya dikurangi dengan mengganti beberapa bahan material. Bahan dasarnya mulai dari kayu tripleks, kaca akrilik, busa, dan mika, menjadi material utama.

“Sebenarnya berat itu tidak pengaruh. Tapi, yang pengaruh dimensi arenanya itu,” cetus Zyco.

Papan arena buatan Zyco ini tahan air, serta tidak gampang rusak. Total ada empat ukuran yang berbeda. Mulai ukuran terkecil 45×40 cm, 50×50 cm, ukuran standar yang biasa disebut V2 yakni 92×45 cm, dan ukuran paling besar 1 meter x 55 cm dengan harga Rp 500 ribu. “Kebanyakan yang laris V2. Karena yang sering dibuat turnamen. Akhirnya saya mematok ukuran standar,” paparnya.

Kini, Zyco tak lagi sendiri memproduksi papar bermain tersebut. Dia sudah memiliki empat tukang yang mengerjakan papan Zarena. Sang istri juga mendukung usaha Zyco tersebut. Terlebih, pasangannnya itu sama-sama penggemar CG. Bahkan, juga anggota komunitas Jerico Jember. “Istri malah punya CG Barbie, warnanya pink lagi,” bebernya sembari tertawa.

Kendati produksinya laris, tapi bukan berarti tak ada kendala. Terkadang Zyco juga menerima pemesan yang iseng. Tidak serius membeli papan produksinya.

“Tapi saya tetap merasa bangga dan senang. Karena papan arena buatan saya ini digunakan seluruh komunitas CG di Indonesia. Apalagi sampai ke mancanegara. Ini kepuasan tersendiri,” pungkasnya.

IKLAN

Reporter : Muchammad Ainul Budi

Fotografer : Muchammad Ainul Budi

Editor : Mahrus Sholih