Promosikan Potensi Jember Lewat Kostum JFC

Putri Pariwisata Pamerkan Busana Bertema Watu Ulo di Malaysia

ANGGUN: Putri Pariwisata Indonesia 2018, Gabriella Patricia Mandolang, mengenakan natcos bertema Watu Ulo the Incarnation, dalam konferensi pers di Gedung Kementerian Pariwisata, Jumat (27/9). Sebelum mengikuti ajang Miss Tourism Internasional 2019 di Malaysia.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – National Costume (Natcos) dari Jember Fashion Carnaval (JFC) akan dikenakan Putri Pariwisata Indonesia 2018 dalam ajang bergengsi, Miss Tourism Internasional 2019 di Malaysia, Oktober mendatang. Kostum tersebut, bertema Watu Ulo the Incarnation.

MUCHAMMAD AINUL BUDI, Sumbesari, Radar Jember

Tim JFC seolah tak pernah habis ide kreatifnya. Banyak tema-tema budaya dan wisata Jember yang mereka angkat agar bisa go nasional maupun internasional. Mereka mempromosikan potensi wisata itu dalam bentuk national costume (natcos) dengan desain busana yang terinspirasi dari Pantai Watu Ulo di Desa Sumberrejo, Kecamatan Ambulu. Kostum itu dirancang khusus untuk Gabriella Patricia Mandolang, Putri Pariwisata Indonesia 2018, di ajang pariwisata internasional.

Sama seperti mitos di Pantai Watu Ulo, kostum yang dipakai Gabby, sapaan akrab Gabriella bertema Watu Ulo the Incartation. Nantinya, kostum itu akan digunakan Gabby dalam pemilihan Miss Tourism Internasional 2019, ajang paling bergengsi pariwisata dunia. Agenda itu bakal digelar 22 September hingga 10 Oktober mendatang, di Kuala Lumpur, Malaysia. Gabby sendiri, juga menjadi Ketua Tim Millenial Tourism Kementerian Pariwisata (Kemenpar).

Pemilihan kostum yang bentuknya menyerupai badan ular naga itu, memang mengadopsi legenda yang tersebar di masyarakat tentang Watu Ulo. Gambaran legenda itu diwujudkan dalam bentuk karya seni natcos yang imajinatif dan artistik. Apalagi, legenda Watu Ulo cukup unik. Diceritakan ada tiga bagian tubuh ular yang terpisah dalam jarak yang cukup jauh. Bagian kepalanya berada di Banyuwangi, badannya di Jember, dan ekornya di Pacitan.

Desain busana itu dipamerkan dalam konferensi pers Miss Tourism Internasional 2019, di Balairung Soesito Soedarman Gedung Sapta Pesona Kemenpar, Jakarta, Jumat (27/9). Agenda itu dihadiri oleh Menpar Arief Yahya, Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Rizki Handayani, dan penerus JFC sepeninggal Dynand Fariz, Intan Ayundavira yang menjabat Event Director JFC.

Kepada Jawa Pos Radar Jember, Intan Ayundavira mengatakan, kostum Watu Ulo itu belum pernah ditampilkan sebelumnya. Gabby menjadi talent pertama kali yang membawanya di Miss Tourism 2019 nanti.

“Sejujurnya, kostum itu punya cerita yang panjang. Dan ada hubungan erat dengan almarhum mas Fariz. Kami terlibat dalam pengerjaanya,” tutur Intan.

Menurutnya, kostum tersebut baru selesai dikerjakan Jumat dini hari, beberapa jam sebelum agenda konferensi pers dimulai. Desain busana itu, kata dia, juga merupakan pesanan khusus Menpar Arief Yahya ke mendiang Dynand Fariz sebelum meninggal.

“Pak Arief minta dibikinkan kostum untuk Gabby. Jadi setelah mas Fariz meninggal, kami tetap melanjutkan pengerjaannya,” beber Intan.

Dalam konferensi pers itu, Gabby memperkenalkan busana yang dia kenakan untuk kontes di negeri jiran. Pertama, busana Evening Gown karya desainer Tommy Yudhis dan natcos Watu Ulo, karya JFC.

Legenda Watu Ulo, tersebar di kawasan pantai laut selatan Jawa Timur. Desain busana itu menggambarkan bangunnya sang Nogo Rojo (wujud asli Watu Ulo) sosok ular dalam legenda tersebut. Kostum yang dipakai Gabby, seolah reinkanasi Nogo Rojo. Bagi Nogo Rojo, sang putri melambangkan cinta, perjuangan, kekuatan, kepemimpinan dan pengorbanan besar wanita.

Kesetiaan Nogo Rojo juga menjaga harta berharga milik sang putri. Sang putri pula yang mengupayakan segala cara menyelamatkan Nogo Rojo. Harta itu bukan hanya emas permata atau intan berlian saja. Namun termasuk hati sang putri. Walaupun sebagai gantinya, jiwa sang putri tidak bisa lagi meninggalkan kerajaan laut selatan selamanya.
Saat menampilkan desai busana itu, Gabby terlihat begitu anggun berbalut gaun berwarna hijau kombinasi batu permata berkilau. Sinarnya memancar, dan dikelilingi enam kepala ular, dua di atas kepala, satu di menempel di kepala, satu di samping leher, dan dua lagi di bagian bahu kanan kiri.

Gabby sendiri mengaku sudah siap mengikuti kontes bergengsi tingkat internasional itu. Persiapan maksimal juga sudah dia jalani. Sebab, perempuan kelahiran 1995 tersebut, ingin membawa pariwisata Indonesia lebih menggaung lagi di mancanegara. Pemilihan Miss Tourism Internasional ini diikuti sekitar 60 finalis dari berbagai tegara, termasuk Indonesia. Nantinya, malam grand final akan diadakan 8 Oktober di Sunway Resort Hotel & Spa, Grand Ballroom Petaling Jaya, Malaysia.

Namun sayang, promosi wisata pantai yang menjadi ikon Jember itu tak diimbangi dengan peningkatan fasilitas dan sarana wisata. Hingga kini, kondisi pantai Watu Ulo sendiri perlu mendapat perhatian khusus. Sebab, rata-rata wisatawan yang berkunjung ke Ambulu, lebih memilih berbelok ke Pantai Papuma maupun Teluk Love.

“Saya sendiri sudah lama tidak ke sana. Banyak yang bilang tidak terawat ya. Apalagi sekarang banyak yang ke Teluk Love,” tandas Intan.

IKLAN

Reporter : Muchammad Ainul Budi

Fotografer : Muchammad Ainul Budi

Editor : Mahrus Sholih