Tim Lutung Kasarung Polije Raih Juara III KMIPN

Ciptakan Bantal Pintar Berbahan Limbah Serabut Kelapa.

INOVATIF: Dari kiri, Gita Nuarini, Arif Habibi, Ita Nurjanah, mahasiswa Polije yang didampingi dosennya (kanan) Ratih Ayuninghemi, baru saja meraih juara III KMIPN di Riau. (HABIBI For RADAR JEMBER)

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Tim dari Politeknik Negeri Jember membawa harum nama kampusnya dalam Kompetisi Mahasiswa Informatika Politeknik Nasional (KMIPN) di Riau. Inovasi teknologi bantal dari limbah berhasil meraih juara tiga.

Wawan Dwi Siswanto, Tegal Boto, Radar Jember

Raut wajah pria berbadan kecil itu tampak senang. Senyumnya begitu lebar. Namanya Habibi. Namun bukan Habibie Presiden ke-3 RI yang baru saja wafat. Dia Habibi mahasiswa Politeknik Negeri Jember (Polije).

Habibi merupakan mahasiswa yang berangkat ke Riau mengikuti kompetisi. Dari Jember, dia membawa inovasi teknologi Smart Pillow. “Mains Smart Pillow namanya. Paling gampang ya Smart Pillow,” kata pria dengan nama lengkap Arif Habibi itu.
Mahasiswa jurusan teknik informatika Polije itu tak sendiri. Dia bersama dua teman lainnya. Gita Nuarini dan Ita Nurjanah. Tiga orang itu menyulap bantal menjadi benda yang menyediakan segala kebutuhan sebelum tidur.

Smart Pillow itu diberi nama Lutung Kasarung. Bentuknya lucu. Berkarakter seperti bantal boneka. Tapi saat dipakai, bantal itu menyediakan suara yang dikehendaki di gawai. Bantalnya menjadi penghubung sound gawai lewat jaringan nirkabel.

“Orang sekarang sebelum tidur itu main HP. Lihat Youtube, nonton film, hingga main game,” katanya. Karena alasan itulah, munculah ide membuat bantal yang membuat nyaman untuk menggunakan ponsel sebelum tidur.

Ide tersebut terbukti manjur saat mengikuti KMIPN ke II di Politeknik Caltex, Riau, pada 11-12 September lalu. Mereka meraih juara III di bidang perencanaan bisnis TIK. Keunggulan dari Smart Pillow terletak pada bahan yang digunakan.

“Bantal yang kami pakai 70 persen dari dakron, sisanya dari limbah serabut kelapa,” ungkapnya.

Serabut kelapa yang dipakai sebagai bahan Smart Pillow itu dijamin aman. Tidak membuat gatal. Selama ini, serabut kelapa dijadikan limbah. Namun, oleh tiga mahasiswa itu, diolah untuk menggantikan dakron. Menjadi bantal yang memberikan sensasi lebih nyaman.
Mereka memakai serabut kelapa karena setiap hari melihat limbahnya berserakan begitu saja di Pasar Tanggul. Rumah Habibi yang dekat dengan pasar membuat dirinya mencari cara agar serabut kelapa bisa jadi bahan isian bantal. Sekarang, Smart Pillow sudah jual secara daring. Harganya juga murah. Hanya ratusan ribu.

IKLAN

Reporter : Dwi Siswanto

Fotografer : Istimewa

Editor : Bagus Supriadi