Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon mengaku sudah diberitahu langsung oleh Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto soal posisinya sebagai wakil ketua DPR. (dok JawaPos.com)

JawaPos.com – Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon akan mengakhiri masa jabatannya periode 2014-2019 pada hari ini. Meskipun terpilih kenbali sebagai anggota dewan periode berikutnya, namun dia dikabarkan tidak akan lagi ditunjuk sebagai pimpinan DPR oleh partai Gerindra.

Menanggapi itu, Fadli mengatakan, rotasi kader yang dilakukan oleh partainya untuk mengisi posisi pimpinan DPR wajar dilakukan. Terlebih kebutuhan legislatif selalu berubah setiap tahun.

“Memang ya biasa, ini kan tour of duty biasa begitu. Saya kira bagus enggak ada masalah biar ada kaderisasi dan penyegaran dan juga tentu kebutuhannya juga berbeda di setiap periode,” ujar Fadli di komplek DPR RI Senayan, Jakarta, Senin (30/9).

Fadli juga menuturkan, tidak ada rasa kecewa atas keputusan DPP tersebut. Ia pun merasa bersyukur telah melaksanakan tugas sebagai pimpinan DPR selama lima tahun ini. Baginya tugas tersebut tidaklah mudah dijalani.

“Saya kira menjalani amanah sebagai wakil ketua DPR dari hari ke hari itu kan cukup berat juga. Apalagi dalam periode yang penuh turbulensi. Jadi saya juga katakan kepada Pak Prabowo bahwa saya berterimakasih dan bersyukur,” imbuhnya.

Wakil Ketua Partai Gerindra itu mengatakan, dirinya telah diberitahu tidak akan ditunjuk sebagai pimpinan DPR beberapa hari lalu. Pembicaraan itu dilakukan di kediaman Prabowo Subianto di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan.

Disinggung terkait masa depannya di DPR, Fadli masih bungkam. Termasuk saat ditanyakan isu yang kemungkinan dia menduduki jabatan ketua Fraksi di DPR.

“Nanti kita lihat saja. Saya di DPR lah, saya harus tetap berpihak kepada rakyat,” timpalnya.

Di sisi lain, Fadli membantah jika keputusan partai ini dibuat akibat dirinya selama ini terlalu vokal dalam mengkritik pemerintah. Keputusan ini murni karena kebutuhan partai dan rotasi kader.

Meski begitu, Fadli menegaskan tidak akan berhenti bersikap vokal dalam menyuarakan aspirasi rakyat. “Masa membela kepentingan rakyat, kita diam aja dan enggak vokal,” pungkasnya.

Editor : Dimas Ryandi

Reporter : Sabik Aji Taufan

IKLAN