Petugas dan warga mencari korban di reruntuhan gedung sekolah yang roboh (Kenya Red Cross)

JawaPos.com – Insiden mengenaskan terjadi di Nairobi, Kenya. Setidaknya tujuh siswa tewas dan puluhan lainnya luka-luka setelah ruang kelas roboh pada saat aktivitas belajar mengajar tengah berlangsung. Peristiwa di Precious Talent Top School berlantai dua itu terjadi beberapa menit setelah pukul 07:00 waktu setempat, Senin (23/9). Artinya, beberapa menit setelah waktu belajar dimulai.

“Sejauh ini kami dapat memastikan tujuh siswa telah tewas dan 57 lainnya cedera,” sebut Peter Abwao, Manajer Hubungan Masyarakat dan Komunikasi Palang Merah Kenya seperti dilansir Al Jazeera.

“Terdapat siswa yang berada di kelas lantai dua ketika runtuh. Kami masih mencari untuk memastikan bahwa siswa lainnya selamat,” imbuh Abwao. Abwao menambahkan bahwa sekolah tersebut memiliki sekitar 800 murid berusia di bawah 14 tahun.

Banyak orang tua dan kerabat dari siswa terkejut dan para pejabat mencoba menghibur mereka. “Saya baru saja mengantarkan putra saya ke sekolah, dan mendengar teriakan dalam perjalanan kembali. Saat itulah saya menyaksikan orang-orang membantu para siswa ke rumah sakit,” sebut Margaret Muthoni yang putranya berusia empat tahun terluka, seperti dilansir AFP.

“Saya beruntung putra saya selamat. Ini insiden yang sangat disayangkan karena beberapa anak meninggal dunia,” tambah Muthoni.

Sementara itu, Kepha Otieno mengatakan kehilangan putrinya yang berusia lima tahun akibat tragedi itu. “Saya tidak percaya hal ini. Terlalu sulit untuk saya dan keluarga,” sebutnya.

Di lain pihk, Evanson Kamuri, Kepala Rumah Sakit Nasional Kenyatta, mengatakan dua dari anak-anak yang terluka berada dalam kondisi kritis, sementara yang lain mengalami cedera ringan dan sedang diperiksa. Catherine Wambua-Soi dari Al Jazeera, menggambarkan itu adalah insiden yang horor. “Rasa sakit yang tak terbayangkan dari orang tua yang telah berkumpul di sini,” ungkapnya.

“Menteri Pendidikan Kenya mengatakan dia tidak ingin berspekulasi terkait insiden tersebut. Tetapi dia mengatakan lantai kedua bangunan sekolah itu tidak disetujui oleh pihak berwenang. Banyak orang di sini juga mempertanyakan kualitas bahan bangunan yang digunakan untuk membangun sekolah,” cerita Wambua.

Sementara itu, legislator John Kiarie mengatakan kepada televisi KTN bahwa bangunan yang roboh adalah lantai dasar. Kiarie juga mengatakan wilayah tersebut tidak memiliki lahan kosong untuk membangun sekolah umum yang memadai.

Seorang pejabat Inspektorat Bangunan Nasional, Moses Nyakiongora, menegaskan bahwa gedung sekolah tersebut didirikan asal-asalan. “Sekolah ini dibangun jauh dari kata baik. Bangunan benar-benar di bawah standar,” sebutnya.

Editor : Edy Pramana

IKLAN