Kebakaran TNBTS Meluas sampai 17 Hektare

Hangus dalam Waktu 18 Jam, Petugas Kesulitan Memadamkan

KEBAKARAN SUSULAN: Kebakaran susulan terjadi di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) yang lokasi terletak di belakang bukit B29 sejak malam hingga siang kemarin. (KHOIRUL SOLEH)

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID Kebakaran susulan kembali terjadi di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Tepatnya di Desa Argosari, belakang puncak B-29. Luas kebakaran yang terdata mencapai 17 hektare. Petugas juga mulai kesulitan melakukan pemadaman.

Hutan di lereng Semeru itu hangus dalam waktu 18 jam. Lokasi hutan yang terbakar sangat curam dan bertebing. Oleh karenanya, tim gabungan dari TNI, Polri, TNBTS, dan relawan menggunakan alat seadanya dengan cara manual untuk memadamkan api.

Khoirul Soleh, SPTN Wilayah III Resort PTN Senduro, mengorfirmasi kebakaran yang terjadi sejak tadi malam hingga siang kemarin cukup sulit dipadamkan. “Karena wilayah kebakaran berada di tebing-tebing yang curam, dari pihak tim dan masyarakat hanya bisa menunggu api mati,” ungkap Khoirul.

Dia dan tim juga memikirkan efek dari kebakaran yang ada di tebing-tebing curam tersebut. Pasalnya, rumput dan tanahnya licin. Rentan membuat orang yang menuruni lokasi terjatuh.

Pantauan Jawa Pos Radar Semeru, lokasi tebing memiliki ketinggian 100 meteran lebih. Tingkat kemiringan yang sangat curam lebih dari 45 derajat. Dia menyebutkan, memang kemarin malam terjadi hujan. Namun, di wilayah TNBTS dengan tingkat hujan yang rendah itu tidak berpengaruh. “Sempat hujan gerimis, namun tidak sampai 1 jam,” ucapnya.

Hujan gerimis tersebut, kata dia, tidak berdampak terhadap kebakaran yang terjadi. Sebab, material yang terbakar adalah rumput tebal dan kayu-kayu lapuk.

Tim Pemadam Sempat Kewalahan

SEMUA pihak turun tangan dalam menangani kebakaran di kawasan TNBTS. Mereka turun mulai di Desa Ranupani dan Desa Argosari untuk memadamkan api di kaki Gunung Semeru. Namun sayang, upaya itu tak membuahkan hasil. Mereka sempat kewalahan.

Tim gabungan itu terdiri atas TNI, Polri, pihak TNBTS, BPBD, dan instansi lainnya, serta sejumlah relawan. Mereka turun menggunakan peralatan seadanya. Peralatan manual yang digunakan untuk memadamkan kebakaran adalah 1 unit mesin pompa air dan selang sepanjang 100 meter serta jet shooter 2 unit.

Sejauh ini, jika sebelumnya ada empat titik lokasi kebakaran, kemarin makin meluas. “Ada 5 lokasi yang terbakar,” ungkapnya. Lokasi tersebut adalah Blok Mentinggi Renteng, Jantur, Ledok Bedor, Blok Po’o, Blok Rempong, yang masih dalam kawasan Desa Argosari dan Desa Ranupani, Kecamatan Senduro.

Dia menambahkan, lokasi sumber mata air dari lokasi kebakaran berjarak 1 kilometer. Jarak tersebut cukup jauh. Mengingat medan hutan yang terbakar sangat luas. Di Desa Ranupani, lokasi yang berhasil dipadamkan seluas 6,5 hektare, dan di Desa Argosari seluas 11,4 hektare dengan jumlah total keduanya 17,9 hektare. Cukup fantastis, luas hutan yang terbakar mengingat kebakaran kemarin hanya mencapai 10 hektare saja.

Wawan Hadi Siswa, Kepala Bidang Kesiapsiagaan, Kedaruratan, dan Logistik BPBD Lumajang membenarkan kondisi ini. Menurutnya, memang benar terjadi kebakaran meluas. “Karena api terus ada dan angin yang membawa hawa panas,” imbuh.

Dia selalu menginstruksikan petugas untuk selalu standby di lokasi. Sebab, sewaktu-waktu api bisa bergerak dengan cepat.

IKLAN

Reporter : mg3

Fotografer : Istimewa

Editor : Hafid Asnan