AA Ditetapkan Tersangka Pelecehan Seksual

Mengaku Hanya Meraba Bagian Intim, Sembilan Santri Melapor

JADI TERSANGKA: Setelah diperiksa selama 24 jam, ustad berinisial AA alias S ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Bondowoso atas dugaan melanggar undang-undang perlindungan anak.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Dugaan pelecehan seksual yang melanggar Undang-Undang Perlindungan Anak statusnya meningkat. Ustad AA yang menjadi terlapor akhirnya ditetapkan tersangka. Hingga sore kemarin, tersangka masih menjalani serangkaian pemeriksaan atas laporan sembilan santri.

Pemeriksaan dilakukan secara maraton. Ustad tersebut juga sempat dikonfirmasi. “Gak, saya gak mencabuli. Hanya saya raba-raba,” ucapnya. Dia yang merupakan seorang guru Taman Pendidikan Agama (TPA) di Desa Grujugan Lor, Jambesari, Darussolah, dilaporkan para santrinya.

Kasatreskrim Polres Bondowoso AKP Jamal mengatakan, pihaknya sudah memeriksa pelapor. Selanjutnya, juga memeriksa terlapor. “Bukti-bukti sudah cukup kuat. Akhirnya kami menetapkan statusnya menjadi tersangka,” ujar Jamal.

Penetapan tersangka atas dugaan telah melakukan tindak pelecehan seksual terhadap santrinya. Tersangka mengakui perbuatannya, bahwa beberapa santri sempat dilecehkan oleh tersangka.

Adapun pasal yang dikenakan, sebagaimana dimaksud dalam pasal 82 Ayat (1) jo pasal 76E UU Nomor 17 Tahun 2016. tentang penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2013 tentang Perlindungan Anak.

Ancaman hukuman kepada tersangka tindak pidana perbuatan cabul terhadap anak, maksimal 15 tahun penjara.

Diberitakan sebelumnya, para korban itu mendatangi Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA). Mereka diantar Komandan Pos Polsek Jambesari Darussolah dan Kepala Desa Grujugan Lor.

Dalam laporan, para wali santri mengungkapkan jika anak-anaknya mendapatkan perlakuan pelecehan seksual. Tepatnya ketika menginap di tempat mengaji yang diasuh AA alias S.

Sekitar 40 warga sempat marah ketika melihat kenyataan tersebut. Mereka mendatangi rumah ustad tersebut dan meminta angkat kaki dari Desa Grujugan Lor. Namun, akhirnya kepala desa menenangkan dan masyarakat menempuh jalur hukum.

IKLAN

Reporter : Solikhul Huda

Fotografer : Solikhul Huda

Editor : Hafid Asnan