Ustad Dilaporkan Pencabulan

Korban Diperkirakan Sembilan Santri, Polisi Lakukan Penyelidikan

KASUS PENCABULAN: Para orang tua korban saat diperiksa di Unit PPA Polres Bondowoso, kemarin.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Pengasuh taman pendidikan agama di Desa Grujugan Lor, Jambesari Darussolah, dilaporkan orang tua santri. Penyebabnya, ada dugaan pencabulan terhadap santri. Sedikitnya ada empat orang tua korban yang melapor. Kabarnya, ada indikasi korban lebih dari sembilan santri.
Para korban itu mendatangi Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), Polres Bondowoso, pagi kemarin. Mereka diantar Komandan Pos Polsek Jambesari Darussolah dan Kepala Desa Grujugan Lor. Dalam laporannya, para wali santri mengungkapkan jika anak-anaknya mendapatkan perlakuan tidak senonoh. Tepatnya ketika menginap di tempat mengaji. Yakni di rumah ustad berinisial AA.
Kades Grujugan Lor Nur Hasan mengatakan, sebelum ditangani Polsek Bondowoso, terlapor atau pengasuh taman pendidikan agama ini mendatangi rumahnya. Dia membuat pengakuan jika ada wali santri yang menuduhnya melakukan tindak pelecehan. “Saya tanya ke ustad, berapa kira-kira (orang yang mengadu, Red). Katanya sembilan santri,” jelasnya.
Pada malam berikutnya, kepala desa lantas mendatangi lembaga yang dikelola ustad tersebut. Ternyata, saat itu warga sudah berkumpul. Sekitar 40 sampai 50 orang. Masyarakat saat itu sempat menggelar demo untuk mengusir ustad tersebut dari Desa Grujugan Lor. Dari situ, akhirnya masyarakat menindaklanjuti dengan melapor ke kepolisian.
Nur Hasan menguraikan, warga tersulut emosinya karena ada rekaman pengakuan anak kepada orang tuanya. Dalam pengakuan itu, disebutkan bahwa si ustad meraba-raba anak-anak saat tidur. Memang setiap harinya, khusus siswa yang kelasnya sudah tinggi, ada yang tidur di lembaga pendidikan tersebut. Setiap harinya ada puluhan anak.
Mendengar kejadian ini, Kasatreskrim Polres Bondowoso AKP Jamal mengatakan, pihaknya saat ini melakukan pengumpulan bahan dan keterangan (pulbaket). Dengan cara memintai keterangan dari berbagai pihak.
Mulai pelapor sampai terlapor, semua dipanggil. “Kami kumpulkan bukti-bukti pendukung lainnya. Termasuk memintai keterangan para santriwati yang diduga jadi korban,” jelas mantan Kapolsek Leces, Probolinggo, ini. Sampai kemarin, proses ini masih terus berlanjut. Apakah orang yang bergelar ustad itu akan jadi tersangka? Semuanya masih menunggu hasil pemeriksaan kepolisian.

 

IKLAN

Reporter : Solikhul Huda

Fotografer : Solikhul Huda

Editor : Hafid Asnan