Setiap daerah pastinya mempunyai budaya yang menjadi ciri khas yang menarik bagi siapa saja untuk mengenalnya, begitupun dengan Kabupaten Jember. Sebagai daerah yang kebanyakan terdapat suku Jawa dan Madura akan menghasilkan sebuah budaya yang menarik untuk dikunjungi. Pandalungan inilah budaya yang menjadi ciri khas Jember, budaya ini telah menjadi sebuah ikon Kabupaten Jember.

Di bulan ini beberapa desa yang terdapat di Kabupaten Jember mempunyai hajat yaitu pilkades (pemilihan kepala desa), sebuah hajatan yang disebut pesta demoktasi bagi warga desa, hajatan yang akan menentukan tentang kemajuan desa dengan memilih pemimpin yang terbaik bagi masyarakat desa.  Penting sekali bagi warga desa untuk menyalurkan pilihanya dengan tepat bagi kemakmuran desa.

Begitu menarik gaya dan ciri khas masyarakat dalam pesta demokrasi di Bumi Pandalungan. Pilkades menjadi sebuah demokrasi yang lebih menarik bagi warga desa dari pada pilpres dan pileg, pada plkades ini ada salah satu ciri khas yang wajib dilakukan oleh seorang calon kepala desa yaitu politik silaturahmi. Siapapun calon kepala desa pastinya melakukan politik silaturahmi.

Pilkades dan politik silaturahmi di bumi pandalungan menjadi hal yang tidak bisa dipisahkan, setiap calon kepala desa biasanya sudah membuat jadwal silaturahmi dalam kampanye yang dilakukan sebagai cara menarik pemilh untuk membuatnya jadi kepala desa, budaya sowan (begitu orang jawa menyebutnya) telah menjadi sebuah karakter yang begitu mengakar pada pesta demokrasi di bumi pandalungan.

Budaya silaturahmi atau sowan adalah suatu budaya mendatangi orang lain agar semakin dekat dengan mereka. sebagai masyarakat yang menjunjung tinggi sopan santun dalam hidup masyarakat desa tentunya silaturahmi menjadi cara yang efektif bagi calon kepala desa sebagai salah satu cara bersosialisasi dengan pemilih, pentingnya bersosialisasi dalam menyampaikan visi dan misi dalam membangun desa.

Masyarakat di Bumi Pandalungan sangat menghormati tokoh agama sebagai panutan mereka, karakter relegius menjadikan tokoh agama sangat diperhitungkan oleh para kandidat kepala desa, calon kepala desa pastinya mendekati tokoh agama untuk melakukan silaturahmi sowan, pentingnya tokoh agama ini dalam hidup bermasyarakat di desa menjadikan calon kepala desa wajib untuk didatangi.

Kedudukan tokoh agama ini sinergi dengan kultural masyarakat Pandalungan, menjadi tidak etis jika ada salah satu calon kepala desa yang tidak silaturahmi ke tokoh agama ini, karena akan berdampak pada buruknya nama calon kepala desa,dan akan menjadi buruk di mata masyarakat pandalungan karena dianggap tidak tidak punya tata krama dalam menghargai seorang tokoh yang jadi teladan.

Dalam melakukan silaturahmi tidak cukup hanya dengan seorang tokoh agama saja, tetapi lebih menyeluruh dari pintu ke pintu, biasanya saat inilah para calon mulai melakukan politik silaturahmi ke beberapa masyarakat dengan tim suksesnya, dengan politik silaturahmi pintu ke pintu diharapkan bisa menarik simpati pemilih, disaat inilah calon kepala desa menerangkan visi dan misi mereka dari pintu ke pintu.

Tampaknya politik silaturahmi masih menjadi andalan calon kepala desa, biasanya calon kepala desa adalah putra daerah sehingga banyak yang mempunyai hubungan kekeluaragaan, persahabatan, dan lainya. Jadi pada saat pesta demokrasi mulailah calon kepala desa bersilaturahmi ke sanak famili, tetangga, dan sahabat agar mereka semuanya mendukungnya pada saat pencoblosan.

Pilkades dan politik silaturahmi di bumi pandalungan menjadi hubungan mutualis yang bisa bermanfaat pada masyarakat untuk lebih mengenal karakter dan visi misi dari calon kepala desa, dengan sosilaisasi politik silaturahmi masyarakat bisa berpikir dengan rasional dalam menentukan pilihanya dengan tepat guna menjadikan desanya lebih sejahtera dengan pemimpin yang kualitas.

Berpikir ke depan dengan memilih pemimpin yang baik adalah kewajiban bagi setiap putra daerah, jangan sampai pada saat pencoblosan menjadi golput, karena hal ini akan berdampak buruk pada pesta demokrasi rakyat. Tetap menjaga nilai nilai kearifan lokal adalah karakter yang menarik untuk dijaga dan dirawat dalam plihan kepala desa, menjaga kekeluargaan dengan sesama lebih penting dari pada bermusuhan hanya karena beda pilihan.

*) Penulis adalah Mahasiswa Inaifas Kencong Jember dan anggota Keluarga Besar Forum Silaturahmi Warga Desa Perbatasan Sadengan Dan Grenden Puger Jember.

IKLAN