Kripik Sukun Jadi Ikon Desa Karangsemanding

PRODUK LOKAL: Keripik sukun produk warga Desa Karangsemanding, Kecamatan Balung semakln berkibar menjadi ikon desa.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Jika anda melintas di sepanjang jalan penghubung antara Desa Balung dan Karangduren, terdapat sekitar 15 orang penjual keripik sukun yang merupakan produk dari Dusun Kedung Nilo, Desa Karangsemanding.

Di Desa Karangsemanding sendiri banyak tumbuh pohon sukun yang memunculkan ide dari warganya untuk mengolah menjadi keripik sukun. Farida, 35, salah seorang pengusaha keripik sukun mengaku bila aktivitas pembuatan keripik sukun baru berlangsung 2017 lalu.
“Pohon sukun di Desa Karangsemanding tumbuh subur, karena itu warga mencoba mengolah buah sukun tersebut sebagai keripik dan usaha ini menjadi ikon desa,” tegas Farida.

Ibu dua orang putra ini mengaku dua hari sekali membikin keripik sukun, bahkan ia terlihat sangat sibuk jika ada orderan masuk. “Sekali membuat keripik sukun di luar orderan bisa menghabiskan 10 buah Sukun, tapi bila ada orderan bisa mencapai 25 Sukun,” imbuhnya.

Pembuatan keripik Sukun ini tidaklah sulit, semua dilakukan secara manual dan memakan waktu empat jam. Huzaima, produsen keripik sukun lainnya mengungkapkan, harga sukun itu akan lebih murah bila pembeli mengambil sendiri dari pohon.

“Ada dua rasa keripik sukun Desa Karangsemanding yaitu manis dan asin, dan rata-rata pelanggan saya suka yang rasanya manis,” kata Huzaima.

Harga keripik sukun berat 1 Ons kemasan plastik Rp 5000, namun penjual bisa memberi lebih bila ada pembeli yang membeli dalam jumlab banyak.

Kini nama Desa Karangsemanding sebagai sentra usaha keripik sukun semakin moncer, apalagi produsen keripik juga memasarkan secara online.

IKLAN

Reporter : Winardyasto

Fotografer : Winardyasto

Editor :