Harga Tembakau Anjlok, Petani Merugi

Suwarno Pengurus Harian KTNA Kabupaten Jember.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Nasib petani tembakau tahun ini terancam terpuruk dan terpaksa gigit jari di saat tanaman tersebut memasuki musim panen, faktor cuaca merupakan biang keladi harga tembakau di Kabupaten Jember terus merosot dan sulit menembus harga Rp. 8000/Kg.

Pengurus Harian Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Jember, Suwarno, memaparkan, cuaca saat ini kurang bersahabat, munculnya embun tebal berimbas terhadap tanaman tembakau milik petani.

“Embun tebal membuat tanaman tembakau basah, sehingga merusak kualitas tanaman tembakau dan berbuntut harga tembakau terjun bebas,”ungkap Suwarno.

Ia menambahkan, embun tebal menjadikan gagang (tangkai) tembakau lapuk dan ini berlangsung mulai bulan Agustus lalu ketika panen tembakau Na Oogts siap untuk dipanen. “Bagaimana petani tidak merasa sedih? harga tembakau Na Oogts berada dikisaran Rp 2500 hingga Rp 4000/Kg dan tidak bisa mencapai harga Rp 8000/Kg,” ujarnya.

Kondisi serupa dikeluhkan pula oleh Hendro Handoko petani tembakau asal Dusun Krajan, Desa Sumberlesung, Kecamatan Ledokombo. “Tidak stabilnya harga tembakau selain faktor cuaca, karena perusahaan rokok di Kabupaten Jember saat ini tanpa alasan pasti tidak melakukan pembelian tembakau, terpaksa petani membawa hasil panen kepada pengepul atau tengkulak, meskipun dibeli dengan harga rendah,” tegas Hendro.

IKLAN

Reporter : Winardyasto

Fotografer : Winardyasto

Editor :