Rumah Warga Kalisat Dirusak Massa

KACA PECAH: Kaca ruang tamu rumah Fitra, 33, warga Dusun Karangsari, Desa Gumuksari, Kalisat, yang pecah.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Warga Dusun Karangsari, Desa Gumuksari, Kalisat, geger pada Minggu (15/9) malam. Sebabnya, rumah Fitra, 33 tahun, warga setempat, dirusak oleh massa. Penyebabnya, Fitra diduga telah melakukan pemukulan terhadap salah satu anggota perguruan pencak silat, PSHT, saat karnaval, Sabtu (14/9) sore.

Ratusan massa mengepung rumahnya dan berteriak memanggil nama Fitra. “Mana Fitra, mana Fitra? Ayo keluar,” kata Ulfa, istri Fitra, menirukan teriakan massa pada malam itu. Di sela-sela teriakan tersebut, pintu depan rumahnya digedor dengan keras.

Dua kaca ruang tamu sisi barat pecah, jendela kamar dan atap rumah dilempari batu. Untuk menyelamatkan diri dari kepungan massa, Ulfa bersama bayinya langsung melarikan diri dan bersembunyi di rumah neneknya yang berada di samping rumahnya.

AKP Sukari, Kapolsek Kalisat, mengatakan, saat massa datang dan mengepung rumah tersebut, Fitra berusaha memberikan perlawanan dengan melempar kaca agar massa bubar. Namun, akhirnya Fitra langsung mengamankan diri ke rumah kerabatnya. Beruntung, saat itu polisi berhasil mengamankan sebelum massa semakin brutal mencari Fitra.

Massa yang masih berada di rumah Fitra berhasil diredam. Meskipun petugas harus mengeluarkan dua kali tembakan peringatan. Sementara itu, polisi mengevakuasi Fitra yang dicari ratusan massa tersebut ke Mapolres Jember.

“Tanpa sepengetahuan massa, kami berhasil mengevakuasi Fitra menggunakan mobil kepala desa menuju Mapolres Jember,” tambah Sukari.

Peristiwa ini terjadi karena Fitra memukul anggota perguruan pencak silat ketika pelaksanaan karnaval. Yakni Moh Imron Rosidi, 23 tahun, warga Dusun Curahlembu, Desa Plalangan, Kalisat, dan Rio Dwi Prasetyo, 20 tahun, warga Jl. Dr. Wahidin, Desa Ajung, Kalisat. Keduanya merupakan anggota pencak silat Ranting Kalisat.

Motif kejadian tersebut karena kesalahpahaman saat karnaval berlangsung. “Dua pelaku penganiayaan terhadap dua korban sudah ditangkap, salah satunya Fitra dan AI,” tambahnya. Terkait perusakan rumah Fitra, Sukari mengaku tetap akan memproses pelakunya sesuai hukum. Pihaknya masih melakukan penyelidikan pelaku perusakan rumah.

Sementara itu, Jono Wasinudin, Ketua PSHT Cabang Jember, saat dihubungi melalui sambungan telepon mengatakan, terkait dengan pemukulan dua anggota PSHT tersebut, pihaknya menyerahkan proses hukum kepada polisi.

IKLAN

Reporter : Jumai

Fotografer : Jumai

Editor :