Rumah Ibu Sebatang Kara Roboh

BAHU-MEMBAHU: Masyarakat melakukan pembenahan di rumah Asriwe setelah roboh. Mulai dari pemdes, muspika, sampai Anggota DPRD turut terlibat bahu-membahu membantu pembenahan rumah. (WAHED FOR RADAR IJEN)

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Rumah Asriwe, 63 tahun, warga Dusun Beledang, Desa Suling Wetan, tiba-tiba roboh. Saat kejadian, dia berada di luar rumah, sehingga tak sampai jadi korban. Namun, rumahnya yang roboh itu menghebohkan warga sekitar. Sampai membuat banyak relawan yang datang membantu melakukan pembenahan.

Bu Asriwe memang sudah berumur. Dia adalah perempuan yang selama ini hidup sebatang kara. Perempuan berumur 63 tahun ini awalnya ikut suami dari daerah asalnya, Desa Bercak, Cermee. Namun sang suami meninggal. Kondisi keluarga ini berada di bawah garis kemiskinan. Lantas warga sekitar meminta Asriwe untuk menempati rumah di atas pekarangan warga. “Nompang karang ibu tersebut,” ujar Amang Sumarmadi, Camat Cermee. Nompang Karang yang dimaksud adalah diberi tumpangan pekarangan.
Rumah yang hanya bertembok anyaman bambu itu roboh diterjang angin kencang. Seluruh isi rumah tertimbun. Namun, memang di dalam rumah sederhana ini tidak banyak terdapat perabotan.

Begitu ambruk, banyak pesan elektronik yang menyebar. Akhirnya pihak desa sampai kecamatan, sore itu, langsung terjun ke lokasi. Namun karena sore, tidak bisa berbuat banyak. Hanya memberikan pertolongan tumpangan tempat tinggal untuk Bu Asriwe.
Baru pagi kemarin (13/9), bala bantuan berdatangan. Mereka bahu-membahu membenahi rumah ibu sebatang kara ini. Seperti Harli, anggota DPRD dari Cermee, yang menyumbang kayu. Begitu juga pihak kecamatan, polsek, MWC NU Cermee, sampai teman-teman PKH turun memberikan bantuan. “Kami turun karena aksi kemanusiaan,” jelas Zaki, seorang kader PKH.

Banyak timbul pertanyaan mengapa masih ada warga miskin yang rumahnya roboh. Mengenai hal itu, Camat Cermee Amang Sumardadi menerangkan bahwa selama ini memang ada program pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Namun jumlahnya terbatas.

Bu Asriwe termasuk yang belum terjamah program tersebut. “Memang tidak punya KTP dan pekarangan bukan miliknya sendiri. Namun, ketika atas seizin sang pemilik tanah, maka sebenarnya program RTLH bisa membantu ibu sebatang kara ini,” ujarnya.

IKLAN

Reporter : Solikhul Huda

Fotografer : Istimewa

Editor : Hafid Asnan